Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Atap Fiber; Tembus Pandang, Cahaya Bisa Masuk

Rahman Bayu Saksono • Senin, 13 Juni 2022 | 15:36 WIB
TEMBUS PANDANG: Pekerja memasang atap berbahan fiberglass transparan sehingga cahaya bisa masuk ke ruangan di bawahnya. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
TEMBUS PANDANG: Pekerja memasang atap berbahan fiberglass transparan sehingga cahaya bisa masuk ke ruangan di bawahnya. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
RADAR BANYUWANGI – Atap fiber termasuk variasi atap rumah yang sangat populer digunakan pada era modern seperti sekarang. Dengan wujud tembus pandang alias transparan, membuatnya sangat fungsional.

Bahan fiberglass alias fiber, pada dasarnya dibuat menggunakan material berupa serat sintetis yang terdiri dari sejumlah bahan kimia. Bahan kimia tersebut kemudian diolah melewati serangkaian proses pabrikasi, sehingga menjadi sebuah lembaran atap.

Ketimbang jenis atap rumah yang lainnya seperti atap asbes, atap dari bahan fiber jauh lebih aman untuk digunakan. Bahan ini juga tidak berbahaya dan memiliki durabilitas yang prima terhadap berbagai macam kondisi cuaca. Sehingga sangat cocok digunakan di hunian yang berada di iklim tropis seperti di Indonesia.

Tak hanya atap spandek, belakangan ini penggunaan atap transparan kian digemari oleh masyarakat. Beberapa alasannya adalah tampilan yang begitu modern, dan dinilai bisa menghemat penggunaan lampu pada siang hari. Karena sinar matahari bisa menembus atap tersebut.

Atap fiber merupakan solusi praktis bagi yang ingin menggunakan atap transparan di hunian. ”Biasanya atap fiber transparan ini di pasangan pada area untuk menjemur pakaian, area tanaman, serta area lain di hunian yang memerlukan pencahayaan matahari secara langsung,” ujar Rofik, tukang pemasangan atap fiber di Kecamatan Rogojampi.

Atap transparan bisa dibuat dari sejumlah material. Pertama ada atap transparan dari solartuff. Jenis ini memiliki tingkat kejernihan yang setara dengan kaca. Permukaannya rata dan halus. Kekuatannya cukup tangguh karena antibocor, tidak mudah pecah, fleksibel, tahan terhadap perubahan cuaca, mengandung UV, dan bisa menjadi peredam suara bising yang berasal dari luar rumah.

Ada juga atap transparan dari polycarbonate. Material ini memang tidak sejernih kaca karena sifatnya yang meredam sinar matahari. Jadi area di bawah atap ini akan tetap terang pada siang hari, namun tidak terasa begitu panas. Selain itu, polycarbonate juga tahan air dan tahan rayap sehingga bisa bertahan dalam waktu cukup lama.

Jika dibandingkan dengan atap jenis kaca, atap transparan ini jauh lebih cepat dan praktis dalam pemasangannya. Jika kaca memiliki ukuran yang sangat berat dan berisiko membahayakan penghuni rumah saat dipasang pada penopang yang kurang sempurna, atap dari fiber memiliki bobot yang lebih ringan. Sehingga sangat aman untuk dipasang pada berbagai bentuk penopang.

Atap fiber terdiri dari dua macam model, yakni bergelombang dan rata. Masing-masing varian atap tersebut dapat dipilih sesuai konsep hunian kamu. Namun, jika memerlukan atap yang dapat mengalirkan air hujan secara maksimal, disarankan untuk memilih atap fiber dengan model gelombang. ”Kelebihan lainnya, atap fiber juga tidak menimbulkan suara bising sehingga suasana hunian tetap tenang meskipun tengah turun hujan. Selain itu, atap fiber pun bersifat antikorosi dan antibocor sehingga dapat melindungi hunian secara maksimal,” jelas Rofiq.

Meskipun dapat difungsikan sebagai akses masuk pencahayaan alami, atap fiber juga dapat memantulkan panas matahari sehingga ruangan yang berada di naungan tetap terasa sejuk dan nyaman. ”Supaya lebih tahan lama, bisa memilih atap fiber yang telah dilindungi lapisan anti-UV khusus yang jauh lebih awet dan tidak mudah rusak,” tandas Rofiq. (ddy/bay/c1) Editor : Rahman Bayu Saksono
#baja ringan #Atap Kayu #atap #Daun Kelapa #Atap Beton #Daun Rumbia #Peneduh #asbes #payung #Galvalum #genteng #atap genting