Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Watu Perahu Berkembang sebagai Taman Wisata Spiritual

Rahman Bayu Saksono • Selasa, 7 Juni 2022 | 00:16 WIB
ASRI: Kawasan sekitar Watu Perahu dikembangkan sebagai destinasi wisata khusus. (Dedy Jumhardiyanto/Radar Banyuwangi)
ASRI: Kawasan sekitar Watu Perahu dikembangkan sebagai destinasi wisata khusus. (Dedy Jumhardiyanto/Radar Banyuwangi)
SEMPU, Radar Banyuwangi - Bumi Blambangan punya destinasi taman wisata spiritual di lereng Gunung Raung. Tempat wisata khas ini berada di daerah Watu Perahu, Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu, Banyuwangi.

Kawasan kaki Gunung Raung Banyuwangi masih menyimpan jejak sejarah Indonesia. Salah satunya adalah Watu Perahu. Situs yang berada di Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu ini, terdapat sisa-sisa berbagai peradaban lama. Mulai dari zaman Megalitikum hingga era Kemerdekaan.

Gunung Raung sejak lama memang merupakan wilayah peradaban dengan jejak sejarah yang luar biasa. Sisi selatan lereng Gunung Raung menyimpan berbagi peninggalan situs sejarah. ”Kawasan ini menyimpan misteri berbagai peninggalan situs sejarah yang luar biasa,” ungkap Darselo, juru kunci situs Watu Perahu.

Photo
Photo
UNIK: Watu Perahu berada di Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu, Banyuwangi. (Dedy Jumhardiyanto/Radar Banyuwangi)

Menurut Darselo, dari hasil penelusuran di Dusun Panjen, Desa Jambewangi, ada peninggalan zaman Megalitikum. Yakni terdapat dua situs kuno yang diduga sebagai tempat ibadah zaman dahulu. Peninggalan ini berupa tatanan batu yang disusun simetris membentuk bujur sangkar di dua tempat. ”Termasuk di wilayah hutan Purworejo, juga terdapat bongkahan batu besar yang diletakkan di atas batu cadas. Masyarakat sekitar menyebutnya Watu Perahu,” jelasnya.

Di lereng Gunung Raung ini juga terdapat reruntuhan candi kuno yang diduga peninggalan dari Maha Yogi Resi Markandeya sebelum menyebarkan ajaran Hindu ke Pulau Bali. Bahkan tak jauh dari situs itu, juga terdapat batu tulis yang diduga merupakan tempat perkumpulan para pejuang gerilya saat mempertahankan kemerdekaan pada tahun 1949 silam. Karena di lokasi itu juga ada pahatan tulisan di batu yang berbunyi 10-IV-1949, Tempat Gerilya Indonesia. (ddy/bay/c1) Editor : Rahman Bayu Saksono
#budaya #penyebutan nama daerah #batu #penamaan daerah #etnik #watu #watu perahu #adat istiadat #nama tempat #banyuwangi #nama daerah #suku