Konon, ritual upacara adat Kebo-keboan yang diwariskan pada masyarakat Desa Alasmalang bermula dari leluhurnya, yakni Mbah Buyut Karti yang hidup sekitar tahun 1725. Semasa hidupnya, Mbah Buyut Karti memiliki ilmu kesaktian yang digunakan untuk mengusir makhluk yang jahat.
Penduduk Desa Alasmalang sebagian besar hidup sebagai petani. Lahan pertaniannya dikelilingi oleh empat bukit yang di masing-masing bukit terdapat batu datar yang disebut Watu Loso di sebelah timur laut desa, Watu Gajah di sebelah barat daya desa, Watu Karangan di sebelah barat laut desa, dan Watu Tumpang yang terletak di tenggara desa.
Masyarakat setempat mempercayai bahwa masing-masing batu tersebut ada penunggunya. Pada suatu waktu, penduduk Desa Alasmalang mengalami gagal panen dan pagebluk (bencana penyakit). Konon, ternak kerbau yang dipiara warga untuk mengolah lahan pertanian, mendadak banyak yang mati ketika pagebluk melanda.
Mbah Karti kemudian melakukan semedi untuk berkomunikasi dengan makhluk halus. Dalam semedinya, dia mendapat wisik atau wangsit, bahwa supaya bencana pagebluk tersebut bisa hilang warga diminta mengadakan selamatan kampung.
Maka, Mbah Karti mengumpulkan penduduk Alasmalang dan melakukan selamatan di perempatan desa. ”Setelah dilaksanakan selamatan kampung itu, pagebluk yang melanda penduduk Alasmalang sudah mulai sirna,” ungkap Gunawan, tokoh adat setempat.
Sementara itu, upacara tradisi Kebo-keboan di Desa Alasmalang dilaksanakan setiap bulan Sura dalam kalender Jawa. Prosesi upacara adat Kebo-keboan di Desa Alasmalang tidak luput dari upacara Ider Bumi Kebo-keboan. Ritual keliling penjuru kampung itu meliputi empat tempat, yakni Watu Loso, Watu Gajah, Watu Karangan, dan Watu Nogo. ”Semua batu ini ada di perbukitan dan masih terawat hingga kini,” katanya.
Watu Loso adalah batu yang berada di perbukitan. Lokasinya berada di sebelah timur di Dusun Krajan, Desa Alasmalang. Tak jauh dari Watu Loso ini juga terdapat beberapa makam leluhur Desa Alasmalang. Termasuk di antaranya adalah makam Mbah Buyut Karti.
Tidak sembarang orang tahu lokasi Watu Loso ini. Sebab, letaknya di perbukitan dan dikelilingi tanaman dan pepohonan yang menjulang tinggi. Bentuk batunya datar, sepintas mirip seperti kasur atau tikar yang menghampar. Pada ujung batu sebelah barat, terdapat gundukan batu yang mirip seperti bantal. Meski berbentuk datar dikelilingi pepohonan, batu ini juga masih tetap bersih dan tidak berlumut. (ddy/bay/c1) Editor : Rahman Bayu Saksono