Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Watu Gedhek Jadi Tempat Wisata, Air Mengalir Deras dari Tebing

Rahman Bayu Saksono • Senin, 6 Juni 2022 | 21:01 WIB
HIJAU: Kawasan Watu Gedhek menjadi destinasi wisata di Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu, Banyuwangi. (Dedy Jumhardiyanto/Radar Banyuwangi)
HIJAU: Kawasan Watu Gedhek menjadi destinasi wisata di Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu, Banyuwangi. (Dedy Jumhardiyanto/Radar Banyuwangi)
SEMPU, Radar Banyuwangi – Dinding dari anyaman bambu dalam bahasa Jawa disebut gedhek. Di Kecamatan Sempu, Banyuwangi, ada tempat yang bernama Watu Gedhek. Ini lantaran tebing batu itu berbentuk mirip anyaman bambu.

Watu gedhek atau disebut juga tebing batu berada di Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu, Banyuwangi. Jaraknya sekitar 5 kilometer dari Stasiun KA Kalisetail. Lokasi ini cukup mudah dijangkau, bisa ditempuh dengan kendaraan roda dua atau pun mobil.

Lokasi ini dibuka menjadi destinasi wisata oleh kelompok masyarakat setempat pada akhir tahun 2016 lalu. Hingga kini, Wisata Watu Gedhek yang menawarkan keindahan aliran air dari balik bebatuan ini masih cukup memesona. Air yang mengalir dari balik bebatuan ini menyerupai air terjun yang tampak indah nan menawan.

Wisata Watu Gedhek juga merupakan salah satu mata air dengan debit yang lumayan besar. Disebut Watu Gedhek karena susunan bebatuan besar yang berada di tebing lokasi tersebut tampak seperti dinding anyaman bambu. Orang Jawa menyebut dinding anyaman bambu disebut dengan gedhek. Karena itulah, lokasi itu disebut Watu Gedhek.

Selama ini, sumber air yang mengalir dari balik Watu Gedhek ini dimanfaatkan oleh Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PUDAM) Banyuwangi untuk memenuhi kebutuhan air bersih di berbagai desa di Kecamatan Sempu. Bahkan, sudah ada kesepakatan antara Perhutani, PUDAM, dan pemerintah setempat dalam pengelolaan mata air itu.

Sementara itu, sumber air itu tampak jernih dan dingin. Untuk menjangkau lokasi tersebut, butuh perjuangan mendaki tumpukan batu besar. ”Mata air Watu Gedhek itu memang besar. Sampai saat ini, air tersebut mampu memenuhi kebutuhan di berbagai desa. Bahkan, memasok air bersih antarkecamatan. Selain memenuhi beberapa desa di Kecamatan Sempu, mata air itu juga bisa memenuhi kebutuhan air warga Kecamatan Genteng,” ujar Hari Suharto, warga setempat.

Selain di Desa Jambewangi, mata air yang berasal dari Watu Gedhek ini juga memenuhi kebutuhan di Desa Karangsari, Kecamatan Sempu. Hanya, pengelolaan sumber air khusus Desa Jambewangi itu dikelola oleh Hipam setempat. Sedangkan di luar desa Jambewangi, air baku tersebut dikelola oleh PUDAM Banyuwangi. (ddy/bay/c1) Editor : Rahman Bayu Saksono
#budaya #penyebutan nama daerah #batu #penamaan daerah #etnik #watu #adat istiadat #nama tempat #banyuwangi #nama daerah #suku #watu gedhek