Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Setahun, Makam Datuk Abdurrahim Dikunjungi 156.000 Peziarah

Ali Sodiqin • Senin, 28 Maret 2022 | 22:35 WIB
setahun-makam-datuk-abdurrahim-dikunjungi-156000-peziarah
setahun-makam-datuk-abdurrahim-dikunjungi-156000-peziarah

BANYUWANGI bukan sekadar daerah yang memiliki ragam keindahan alam dan gudangnya seni-budaya. Lebih dari itu, kabupaten ujung timur Pulau Jawa ini juga punya sejumlah destinasi wisata religi. Salah satunya ialah makam Datuk Abdurrahim bin Abubakar bin Abdurrahim Bauzir.


Kompleks makam yang berlokasi di Jalan Basuki Rahmat Nomor 98, Banyuwangi merupakan salah satu destinasi wisata religi andalan di Bumi Blambangan. Bahkan, makam tokoh penyebar Islam di Banyuwangi dan Bali itu dikunjungi tak kurang dari 156 ribu warga dalam setahun.


Diperoleh keterangan, nyaris setiap hari ada pengunjung yang datang untuk berziarah ke makam tersebut. Mereka tidak hanya berasal dari Banyuwangi, tetapi juga dari berbagai daerah di tanah air. ”Setiap hari selalu ada warga yang datang,” ujar salah satu warga sekitar.


Sementara itu, ketua yayasan makam tersebut, H Muhammad Riza Fahlevi mengatakan, makam datuk paling banyak dikunjungi pada malam Jumat Legi. ”Para peziarah berkeyakinan, malam Jumat Legi adalah malam yang mustajab. Karena itu, banyak warga yang datang untuk berdoa kepada Allah SWT berwasilah kepada Datuk Abdurrahim,” tuturnya.


Menurut Riza, jumlah peziarah yang datang ke Makam Datuk Abdurrahim bin Abubakar bin Abdurrahim Bauzir mencapai 3.000 sampai 3.500 orang per pekan. Artinya, dalam setahun makam tersebut dikunjungi sekitar 156 ribu sampai 182 ribu peziarah. Mereka bukan hanya berasal dari seantero Banyuwangi, tetapi juga dari Situbondo, Jember, Bondowoso, dan Madura. ”Tidak sedikit pula yang berasal dari luar Provinsi Jatim,” kata dia.


Dikatakan, beberapa waktu lalu, tepatnya saat puncak penyebaran Covid-19 di Banyuwangi, kompleks makam Datuk Abdurrahim Bauzir sempat ditutup untuk umum. Namun, setelah tren penularan Covid-19 melandai, kompleks makam tersebut kembali dibuka untuk umum.


Sementara itu, Riza mengaku tidak tahu secara pasti sejak kapan makam Datuk Ibrahim dikeramatkan dan ramai diziarahi warga. Yang jelas, kata dia, semasa hidup Datuk Abdurrahim bin Abubakar bin Abdurrahman Bauzir turut menyebarkan agama Islam di Banyuwangi. Tepatnya, di era kepemimpinan Bupati Raden Pringgokusumo. ”Beliau (Datuk Abdurrahim) wafat pada 1876,” ujarnya.


Di sisi lain, Riza menyatakan kompleks makam Datuk Abdurrahim sempat direnovasi pada tahun 2012 lalu, yakni di era kepemimpinan Bupati Abdullah Azwar Anas. 


Editor : Ali Sodiqin
#kuburan