LICIN – Rute bersepeda di Banyuwangi tampaknya akan semakin lengkap. Setelah memiliki sirkuit BMX berstandar internasional di Muncar dan rute-rute kota yang kerap digunakan sebagai lokasi balap sepeda road bike, kini Banyuwangi memiliki track yang bisa digunakan sebagai tempat bersepeda cross country (XC) berstandar nasional.
Wilayah Sriwulung yang berlokasi di Dusun Rembang, Desa Banjar, Kecamatan Licin, Banyuwangi, dikenal dengan hutan pinusnya. Tempat tersebut masuk pengelolaan Kawasan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Banyuwangi Barat. Lokasi yang dikelilingi pepohonan hutan itu terasa sangat rindang.
Tempat tersebut tak hanya digunakan sebagai track sepeda, tapi juga bisa dimanfaatkan masyarakat yang ingin merasakan sensasi berolah raga di tengah hutan. Ada beberapa sarana yang bisa dinikmati. Mulai dari venue trail running yang bisa digunakan para pelari.
Jalur ini melewati kawasan pepohonan dan sungai yang membuat para pelari tak akan mudah jenuh. Ada juga venue untuk bersepeda, mulai dari cross country, enduro, hingga downhill yang dibuat sedemikian rupa agar sesuai dengan standar kompetisi. Selain itu, tempat edukasi anak yang berisi track maupun outbond.
Ragam sarana olahraga tersebut diberi nama Agathis Forest Track. Pengelola Agathis Forest Track Udiyanto mengatakan, konsep yang diusung di Sriwulung adalah sebagai lokasi tempat olahraga di tengah hutan yang nyaman. Tempat tersebut akan dikelola secara modern, namun tetap melibatkan masyarakat sekitar. "Ke depan kita ingin punya track berstandar olimpiade, baik itu untuk trail running, downhill, dan lainya. Jika memungkinkan lokasi ini bisa dijadikan sebagai tempat TC (training center) untuk olahraga sepeda secara nasional,’’ ujarnya.
Forest track yang tak hanya memberikan sensasi olahraga di tengah hutan. Di sisi lain, lokasi tersebut ikut menunjang olahraga yang dilakukan masyarakat. Lokasinya yang masih hijau dan dipenuhi pepohonan, tentunya bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan paru-paru, "Tempat ini juga bisa digunakan untuk menekan stres bagi mereka yang berolahraga. Suasana hutan dan pepohonan yang rindang juga memberikan efek kesehatan jiwa,’’ imbuhnya.
Aghatis Forrest Park kemarin (20/3) resmi dibuka. Peresmiannya ditandai dengan seleksi atlet (XC) Banyuwangi, proyeksi Porprov 2022.
"Kami sengaja membuat sirkuit bertandar XCO (olimpiade), dengan karakter native soil (tanah asli), dengan beberapa obstacle dengan tingkat kesulitan bervariasi, sehingga bisa menjadi jujugan bagi atlet nasional," ungkap Udianto.
Administratur KPH Banyuwangi Barat Dedy Siswandhi menambahkan, track hutan di Sriwulung menjadi lokasi pertama di Jawa Timur yang dikelola bersama dengan Perhutani. Nantinya tak hanya wisatawan dan atlet lokal, namun atlet nasional dan internasional bisa menggunakan fasilitas tersebut untuk menggelar even-even olahraga. "Kita memberikan dukungan lokasi. Nanti mungkin ISSI bisa memanfaatkanya untuk latihan atau menggelar even,’’ tandasnya.
Lebih jauh Dedy Siswandhi mengatakan, Aghatis Forrest Park merupakan komitmen dari KPH Banyuwangi barat dalam mendukung sport tourism di Banyuwangi dan sirkuit XC yang dibangun di tengah hutan pinus damar. Tempat ini diharapkan bisa menjadi tempat memdidik talenta atlet Banyuwangi sekaligus bisa menjadi tempat latihan bagi atlet-atlet nasional.
"Sinergi ini kami harapkan bisa berkelanjutan, dan dikelola dengan baik, sehingga bisa menjadi tempat latihan bagi talenta atlet sepeda di Banyuwangi," harap Dedy.
Editor : Ali Sodiqin