ANGGREK oncidium adalah anggrek simpodial atau mempunyai batang lunak sebagai penyimpan air. Anggrek jenis ini mudah diperbanyak karena perkembangan tunasnya yang cepat.
Dengan kelebihan mudah dibudidayakan itulah, banyak penghobi yang memelihara tanaman anggrek oncidium. ”Anggrek jenis oncidium ini lebih mudah dibudidayakan. Karena bisa diperbanyak dengan cara split atau pemisahan anakan atau tunas yang tumbuh,” ujar Gondo Warsito, salah seorang penghobi tanaman hias di Bumi Blambangan.
Oncidium adalah tanaman anggrek yang tidak sulit dirawat dan bahkan gampang diperbanyak karena rajin bertunas. Tanaman anggrek ini asalnya dari luar negeri, kebanyakan dari Amerika Latin. Namun, banyak oncidium hibrida yang ada di Indonesia dan lebih cocok untuk wilayah panas atau beriklim tropis.
Anggrek jenis ini mudah sekali dibudidayakan dengan cara pemecahan atau pemisahan rumpun. Pemisahan rumpun dapat dilakukan bila pot telah penuh dan padat oleh tunas anakan.
Tunas anakan dapat dipisahkan dari tanaman induknya. Anakan yang dipisah sebaiknya memiliki tiga anakan dan bagian dasar dari anakan (rhizome) harus tetap saling berhubungan antara yang satu dengan lainnya. Semua akar yang tidak aktif atau akar tua dibuang sehingga anakan tampak seperti tidak berakar.
Media tanam pada dasar pot dapat diisi dengan pecahan batu-bata atau genting setinggi sepertiga bagian. Di atasnya diisi lagi dengan media tumbuh setinggi sepertiga bagian. Selanjutnya anakan tersebut ditanam dengan mengatur posisi.
Anakan yang paling tua diletakkan di dekat atau menempel pada bibir pot pada sisi bagian atas. Dengan cara ini pertumbuhan tunas anakan dapat mengisi seluruh permukaan bagian pot. Apabila anakan yang tua diletakkan di bagian tengah pot, maka pertumbuhannya akan tidak seimbang.
”Sebelum anakan ditanam, pangkal tanaman terutama bekas dipotong dicelupkan pada larutan fungisida atau bakterisida. Apabila kesulitan mengeluarkan anakan yang sangat keras karena melekat erat di pot dan media, maka pot sebaiknya dipecahkan,” jelas Gondo.
Teknik pemisahan anakan atau tunas anggrek ini merupakan teknik budi daya yang paling mudah, namun membutuhkan waktu yang lama. Meski tampak mudah, cara ini juga membutuhkan pengetahuan dan ketelatenan. ”Yang perlu diperhatikan juga untuk menghindari kerusakan atau putusnya anakan. Sebaiknya tiga hari setelah ditanam juga tetap disiram dan dipupuk setelah hari ketujuh,” terang Gondo.
Dengan teknik ini perkembangan anggrek oncidium semakin variatif. Kombinasi warna semakin banyak, ukuran bunga juga lebih beragam mulai dari oncidium mini sampai maxi. ”Pemeliharaan anggrek oncidium ini hampir sama dengan dendrobium, dan rajin berbunga asal perawatannya bagus,” tandasnya.
Editor : Ali Sodiqin