Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Anggrek Dendrobium Butuh Sirkulasi Udara yang Leluasa

Ali Sodiqin • Selasa, 8 Maret 2022 | 19:00 WIB
anggrek-dendrobium-butuh-sirkulasi-udara-yang-leluasa
anggrek-dendrobium-butuh-sirkulasi-udara-yang-leluasa


SALAH satu jenis tanaman anggrek yang memiliki banyak peminat adalah anggrek dendrobium. Anggrek jenis ini disukai karena kecantikannya.



Selain lebih sering berbunga, anggrek dendrobium lebih banyak variasi dan warnanya. Aneka jenis anggrek dendrobium di antaranya adalah agregatum, anosmum, antennatum, aphyllum, archipilangense, bifalce, bracteosum, capituliflorum, dan finisterae.



Meski merawat anggrek tergolong tidak terlalu sulit, namun dibutuhkan kecermatan. Biasanya, anggrek dendrobium tumbuh di hutan tropis. Di Indonesia sendiri, anggrek dendrobium mudah ditemukan. Anggrek dendrobium cukup sering berbunga.



Saat mekar, anggrek dendrobium bisa bertahan hingga satu bulan jika cara merawatnya tepat. Secara umum, perawatan anggrek dendrobium tidak terlalu sulit dan sama saja dengan anggrek jenis lain. ”Untuk media tanam anggrek dendrobium yang harus diperhatikan yakni media yang tidak mudah lapuk, memudahkan akar menempel, dan berongga untuk sirkulasi udara, dan dapat menyimpan unsur hara,” ujar Andriyanto, salah seorang penghobi bunga anggrek.



Beberapa jenis media tanam yang bisa dicoba di antaranya arang kayu, pecahan bata merah, dan serabut kelapa. Namun, media tanam yang paling sering digunakan dan efektif adalah arang kayu. ”Caranya bisa meletakkan arang kayu di dalam pot kemudian menggantungnya di dekat jendela yang merupakan keluar masuknya angin,” kata Aan, panggilan akrab Andriyanto.



Jika ingin hasil lebih maksimal, imbuh Aan, anggrek dendrobium cocok diletakkan di luar ruangan yang sirkulasi udaranya lebih leluasa. ”Intinya tidak pengap, karena butuh sirkulasi udara agar anggrek sehat. Suhunya berkisar antara 28–32 derajat Celsius. Untuk suhu, kelembapan 50 persen,” katanya.



Anggrek dendrobium, kata Aan, merupakan tanaman yang cukup adaptif. Bisa menyesuaikan lingkungan dan sangat kuat menghadapi segala jenis cuaca baik panas maupun hujan. ”Tapi karena karakteristik tanaman ini berasal dari hutan tropis, maka tetap membutuhkan asupan sinar matahari yang cukup,” jelasnya.



Untuk jenis anggrek dendrobium hanya membutuhkan sekitar 50 persen paparan sinar matahari. Akan tetapi, sebaiknya tidak langsung terpapar sinar terik matahari langsung dalam waktu lama. ”Kalau merawat anggrek dendrobium ini di luar rumah, bisa tempatkan di bawah pohon agar tumbuh secara maksimal. Pokoknya tempat yang teduh dan sirkulasi udaranya cukup leluasa,” pungkasnya. 


Editor : Ali Sodiqin
#tanaman hias