BANYUWANGI – Sebuah komunitas sepeda motor belum lama ini terbentuk di Banyuwangi. Yang menarik, komunitas motor Yamaha RX King ini beranggota para personel TNI AD yang memiliki hobi berpetualang. Satpam hingga petani ikut bergabung di dalamnya.
Wajah-wajah garang berdiri di belakang deretan sepeda motor RX King siang itu. Tampangnya semakin sangar ketika disandingkan dengan kendaraan yang sedari dulu kerap digunakan sebagai properti para penjahat di film-film lawas Indonesia.
Namun, sosok yang berdiri itu bukan pelaku kriminalitas. Mereka justru aparat dari TNI AD di bawah naungan Kodim 0825 yang tergabung Army King Banyuwangi (AKB). Ada 29 anggota komunitas motor itu. Sebelas di antaranya adalah anggota TNI AD yang berasal dari Kodim dan beberapa Koramil di Banyuwangi. Sebelas orang itu kebetulan sama-sama memiliki motor RX King serta menyukai motor yang memiliki suara khas ketika digeber itu.
Ketua Komunitas AKB Serma Aang menceritakan, ide membentuk komunitas muncul saat dia kerap bertemu dengan sesama anggota TNI yang memiliki motor RX King. Lama-lama, secara alami para serdadu pemilik motor King itu kerap berkumpul, baik sekadar cangruk atau ngopi membahas kendaraan kesayangannya. Kemudian muncul ide untuk mencari anggota TNI lain yang memiliki motor RX King.
Hingga akhirnya ide membentuk satu klub motor yang mewadahi komunitas King muncul. Beberapa nama anggota TNI lain yang sama-sama memiliki motor RX King akhirnya ikut bergabung bersama AKB. ”Penasihatnya Pelda Hariyanto yang sehari-harinya sebagai Danposramil Siliragung. Pengurusnya campuran, ada yang sipil, ada anggota TNI. Mulai Sertu Miseran, Serma Samsul, Serda Tafif, Serka Rahmat, dan Serka Agus,” kata Aang.
Setelah komunitas terbentuk, rupanya ada beberapa pemilik motor RX King yang tertarik ikut bergabung. Aang bersama anggota TNI AD lainya dengan senang hati menerima mereka menjadi bagian dari komunitas. ”Niat kita dari awal menjalin silatuahmi dengan masyarakat umum dan anggota militer. Tidak masalah ketika banyak yang bergabung dari masyarakat umum. Kita ingin mengubah citra negatif komunitas motor,” ujar bapak tiga anak itu.
Ada bermacam profesi yang ikut bergabung dengan AKB. Aang mengungkapkan, ada yang bekerja sebagai sekuriti, tenaga kesehatan, mahasiswa, pedagang, hingga petani. Semua anggota baru diminta ikut membangun citra positif komunitas motor. Termasuk dengan menggalakkan kegiatan sosial seperti bakti sosial dan berkendara yang santun di jalanan. ”Tidak ada syarat khusus kalau mau ikut kami. Yang penting punya RX King dan mau kita bina untuk kebaikan bersama,” kata Aang.
Aang berharap, ke depannya AKB bisa mewarnai dunia komunitas motor di Banyuwangi dengan citra positif. Komunitas ini harus menjadi contoh bagi masyarakat dalam etika berkendara yang baik dan benar sesuai dengan aturan yang berlaku. Termasuk mengajak komunitas motor lainya agar berguna bagi masyarakat. ”Komunitas ini ingin menciptakan iklim geng motor yang sehat dan terarah, terutama memberi manfaat untuk masyarakat,” tegasnya.
Editor : Ali Sodiqin