Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Tularkan Ilmu Gandrung pada Sinden-Sinden Muda

Ali Sodiqin • Rabu, 29 Desember 2021 | 19:30 WIB
tularkan-ilmu-gandrung-pada-sinden-sinden-muda
tularkan-ilmu-gandrung-pada-sinden-sinden-muda


RASA kehilangan atas kepergian Supinah tidak hanya dirasakan kerabat dan kalangan seniman. Lebih dari itu, hal serupa juga dirasakan orang nomor satu di lingkup Pemkab Banyuwangi, yakni Bupati Ipuk Fiestiandani.



Menurut Ipuk, dedikasi Supinah dalam dunia kesenian dan kebudayaan Banyuwangi luar biasa besar. Maestro Gandrung tersebut telah menari sejak tahun 1979 dan pernah tampil mengharumkan nama Banyuwangi di Singapura, Korea, Tiongkok, dan Amerika Serikat (AS).



Bahkan, kata Ipuk, beberapa bulan lalu Supinah sebenarnya sejak awal dijadwalkan untuk ikut dalam program ”Maestro Mengajar”, yakni suatu program yang memfasilitasi anak-anak muda Banyuwangi untuk belajar menari langsung dari maestronya. Namun, karena sedang sakit, Supinah belum bisa bergabung dalam program tersebut.



Bupati Ipuk merasa sangat kehilangan sosok yang sangat besar dedikasinya pada dunia kesenian dan kebudayaan Banyuwangi tersebut. ”Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Ibu Supinah, maestro tari Gandrung Banyuwangi berpulang. Selamat jalan Ibu Supinah. Insya Allah tempat terbaik di sisi Tuhan untuk Ibu. Alfatihah,” pungkasnya.



Kepala Disbudpar Yanuarto Bramuda mengaku sangat kehilangan Supinah sebagai maestro Gandrung Banyuwangi. Sebab, Supinah adalah salah satu maestro Gandrung Banyuwangi selain Temu, Sunasih, dan Dartik.



Bramuda mengaku sangat terkesan dengan perjuangan Supinah yang semasa hidupnya mendedikasikan hidupnya untuk berkesenian khususnya gandrung. ”Mbok Supinah juga memberikan pembelajaran kepada sinden-sinden muda. Dalam kondisi sakit pun beliau masih berjuang dalam mengedepankan budaya dan berkegiatan kemajuan kebudayaan, terutama gandrung di Banyuwangi,” kenang Bramuda.



Dia sangat salut dengan perjuangan Supinah yang telah mendedikasikan hidupnya untuk gandrung Banyuwangi. Hingga akhir hayatnya, Supinah tetap menggandrungi gandrung. Sebagai komitmen keberlangsungan gandrung di Banyuwangi, kata Bramuda, dalam setiap kegiatan gandrung senior dan maestro selalu dilibatkan dalam regenerasi.



Setiap tahun, Disbudpar Banyuwangi juga melaksanakan regenerasi gandrung dan sinden gandrung Banyuwangi. Termasuk tahun ini berkat kerja keras empat maestro gandrung Banyuwangi yang memberikan pelajaran telah menghasilkan 40 sinden muda baru.



”Tentu tahun depan akan terus kami tingkatkan pembelajaran gandrung. Sehingga akan muncul Supinah-Supinah baru dan Temu-Temu baru,” tandasnya. 


Editor : Ali Sodiqin
#budaya #seni #gandrung