Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Budidaya Pisang Cavendish, Banyak yang Gagal karena Tak Sesuai SOP

Ali Sodiqin • Minggu, 26 Desember 2021 | 00:30 WIB
budidaya-pisang-cavendish-banyak-yang-gagal-karena-tak-sesuai-sop
budidaya-pisang-cavendish-banyak-yang-gagal-karena-tak-sesuai-sop


PISANG cavendish menjadi ”primadona” baru warga Banyuwangi dalam kurun beberapa tahun terakhir. Bahkan, pisang varietas yang satu ini merupakan jenis pisang yang paling banyak ditanam para petani di Bumi Blambangan sejak sekitar lima tahun belakangan.



Salah satu faktor yang mendasari banyak petani untuk membudidayakan pisang cavendish adalah prospek pasar yang sangat menjanjikan. Terutama di pasar modern, seperti minimarket dan supermarket, hingga pasar ekspor yang sangat luas di berbagai negara.



Namun sayang, tidak sedikit pisang hasil produksi petani Banyuwangi gagal menembus pasar modern. Hal itu pun dibenarkan Kepala Bidang Perkebunan dan Hortikultura Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi Ilham Juanda.



Ilham mengatakan, ada beberapa faktor yang menyebabkan pisang cavendish hasil produksi petani Banyuwangi gagal masuk pasar modern atau pun pasar ekspor. Mulai faktor bibit hingga penanganan pascapanen.



Dikatakan, tidak sedikit petani yang menanam bibit pisang cavendish hasil kultur jaringan yang tidak recommended. ”Mereka beli di pasaran tanpa sertifikasi yang jelas bahwa bibit itu adalah bibit pisang cavendish,” ujarnya.



Selain itu, banyak petani yang mengesampingkan bahwa pisang cavendish lebih cocok ditanam di dataran tinggi, yakni mulai 500 meter dari permukaan laut (dpl) sampai sekitar 1.000 meter dpl.



Bukan itu saja, banyak petani yang melakukan proses budi daya hingga penanganan pascapanen yang tidak sesuai dengan prosedur operasional standar (standard operating procedure/SOP). Padahal, hasil produksi pisang cavendish tersebut diharapkan dapat terserap pasar modern. ”Karena proses budi daya hingga penanganan pascapanen tidak sesuai SOP, maka tidak sedikit hasil produksi petani yang tidak memenuhi syarat masuk ke pasar modern,” akunya.



Ilham menyatakan, sejak sekitar empat tahun lalu Dinas Pertanian dan Pangan sudah mengimbau PPL untuk memberikan pendampingan teknis bagi petani yang akan menanam pisang cavendish.



Namun, di sisi lain, ada pula petani yang sukses membudidayakan pisang cavendish. Meskipun secara persentase jumlah pisang cavendish hasil produksi petani Banyuwangi yang mampu menembus pasar modern ”hanya” sekitar lima persen. ”Salah satu pelaku usaha pisang cavendish yang cukup sukses adalah Pak Gunawan, warga Desa Temurejo, Kecamatan Tegaldlimo. Yang bersangkutan adalah pengepul dan pemasok pisang cavendish untuk pasar modern di wilayah Surabaya dan Bali,” pungkasnya. 


Editor : Ali Sodiqin
#banyuwangi