SITUBONDO - H. Ahmad Baidawi ditemukan meninggal dalam truk yang dikendarainya, Selasa petang (26/10). Warga Desa Pesangrahan, Kecamatan Jangkar, Situbondo, tersebut awalnya dikira sedang tertidur.
Orang kali pertama yang menemukan Baidawi meninggal adalah teman seprofesinya, Misyono. Dia kebetulan lewat di lokasi. Pria 53 tahun tersebut mengaku sangat kaget saat membangunkan Baidawi yang dikira tidur karena kelelahan.
“Karena hari sudah sore. Saya berusaha membangunkan. Tapi, saya sangat kaget. Soalnya, ketika saya bangunkan, kondisi badannya sudah kaku. Posisi badannya saat itu mirng ke sebelah kiri,” ujar Misyono ketika di konfiramsi koran ini, Rabu kemarin (27/10).
Misyono mengira truk Baidawi sedang ngadem. Sang sopir ingin istirahat. “Saya tidak pernah punya pikiran kalau H baidawi akan meninggal. saya hanya menduga teman saya itu tidur karena kecapekan. Namun setelah dibangunkan, tubuhnya tak dapat digerakan lagi. Saya lalu lapor ke Mapolsek Kota," bebernya.
Kapolsek Kota Situbondo, Iptu Budhiarto menjelaskan, saat pihaknya turun ke lokasi kejadian, truk H Baidawi sudah ramai dikerumuni warga. Beberapa saat setelahnya datang sopir ambulans RSUD Situbondo untuk dilakukan pemeriksaan.
"Berdasarkan hasil pemeriksaan luar, petugas medis RSU Situbondo, H. Ahmad Baidawi murni meninggal akibat penyakit yang dideritanya. Sebab, di sekujur tubuh korban tidak ditemukan adanya tanda-tanda penganiayaan," tegas Iptu Budhiarto.
Kapolsek menambahkan, penjelasan dari pihak keluarga menyebutkan, H Baidawi sebenarnya sudah dilarang bekerja saat itu. sebab, kondisi badannya kurang fit. Namun, almarhum tetap memaksa karena ingin memberikan nafkah kepada keluarganya. Dia tetap bekerja, hingga akhirnya ditemukan meninggal di dalam truk. "Jadi sebetulnya, istri korban sempat melarang agar tidak berangkat bekerja, namun almarhum tetap memaksa untuk mengantar bibit tebu," pungkas Kapolsek. (mg1/pri)
Editor : Ali Sodiqin