Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Tenggelamkan 200 Koral Acropora di Pantai GWD

Rahman Bayu Saksono • Selasa, 26 Oktober 2021 | 19:20 WIB
tenggelamkan-200-koral-acropora-di-pantai-gwd
tenggelamkan-200-koral-acropora-di-pantai-gwd

KALIPURO, Jawa Pos Radar Banyuwangi - Terumbu karang atau koral yang ditenggelamkan tersebut ditranspalansikan di tengah beton. Media beton yang digunakan pun bukan sembarangan, tapi berupa kansteen faba atau beton yang terbuat dari sisa limbah batu bara yang dikeraskan. "Media transpalasinya di dapat dari Pembangkit listrik Jawa-Bali Paiton. Beton tersebut terbuat dari debu-debu sisa batu bara," ujar Pembina Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokwasmas) Pesona Bahari, Abdul Azis.


       Pria yang dulu sempat menjadi pengebom ikan hias itu menambahkan, 200 koral yang ditenggelamkan itu diletakkan di sisi utara pantai GWD. Kebetulan di sana adalah area pasir atau jika di darat adalah kawasan gersang tanpa pepohonan. Ke depan, Azis bersama para nelayan dan anggota Pokwasmas berharap setelah tumbuh koral-koral itu bisa membentuk taman koral.


       Saat ini sudah ada 20 ribu koral yang diletakkan di sepanjang Pantai GWD. Ada yang ditranspalansi di media besi, paralon, dan beton seperti yang dipasang kemarin. Jika semuanya tumbuh, akan ada ekosistem laut yang cukup bagus di bawah Pantai GWD.


Untuk proses pemasangan koral, Pokwasmas dibantu oleh mahasiswa dari UKM Marine Study Club  Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel. Ada pula beberapa komunitas peduli lingkungan seperti Banyuwangi Coral Rescue (BCR) dan Sunrise Of Java Ecotourism (SOJA).


       Mereka bersama-sama mengawasi pertumbuhan koral yang ditanam di lokasi tersebut agar bisa segera menjadi hunian bagi para ikan yang hidup di sekitar Pantai GWD. Azis berharap nantinya dari koral-koral yang tumbuh bisa dianalisa mana yang layak diekspor dan tidak. Selama ini ekspor terumbu karang asal Banyuwangi masih dilakukan secara acak.


       Tanpa diketahui terumbu karang itu jenis langka atau tidak. Sebagian besar koral diambil dari alam. Padahal ada jenis-jenis koral tertentu yang pertumbuhanya sangat lambat. Koral jenis ini perlu dilindungi agar tidak lagi dijual ke luar negeri untuk mempertahankan ekosistem di Banyuwangi.


"Ada koral yang tumbuhya setahun hanya satu sentimeter. Ini yang perlu dijaga. Ada juga yang seperti jeni Acropora yang saya lepas ini.  Pertumbuhanya bisa 2 sentimeter per bulan. Kalau ini tidak apa-apa dijual, yang penting dari hasil budidaya," kata Azis.


Sementara itu, kegiatan penanaman terumbu karang tersebut berlangsung kurang lebih selama 8jam. Seluruh anggota bahu membahu dalam setiap rangkasian kegiatan mulai dari penurunan media transplan hingga penanaman 

Editor : Rahman Bayu Saksono
#koral #banyuwangi