RadarBanyuwangi.id – Bahan baku kayu berukuran besar kian sulit dicari. Ini membuat harga perahu kayu semakin tinggi. Akhirnya, para perajin beralih membuat perahu berbahan fiberglass.
Keunggulan bahan fiberglass adalah perahu lebih ringan. Fiberglass juga memiliki ketahanan tiga kali lipat lebih kuat daripada perahu berbahan kayu. Dari sisi harga, perahu bahan kayu relatif sama dan malah lebih mahal daripada perahu fiber.
Para perajin perahu fiberglass terdapat di Dusun Pecemengan, Desa/Kecamatan Blimbingsari, Banyuwangi. Para perajin itu antara lain Mustakim, 38; Saiful Bahri, 29; dan Fathur Rozi, 33.
Mereka adalah mantan karyawan PT F1 Perkasa Banyuwangi, salah satu perusahaan galangan kapal yang pernah besar di Banyuwangi. Karena perusahaan sudah tutup, mereka memutuskan membuat perahu berbahan dasar fiberglass.
Perahu berbahan baku fiberglass atau serat kaca silika mirip plastik, namun lebih kuat dan ringan. Memang, tidak mudah membuat perahu berbahan baku fiberglass karena butuh keahlian dan keterampilan khusus. ”Tidak sembarang orang bisa garap perahu berbahan fiberglass ini,” ujar Rozi, sapaan akrab Fathur Rozi.
Meski pernah memiliki pengalaman kerja dan menangani bahan fiber, belum tentu bisa membuat perahu nelayan. Sebab, membuat perahu dibutuhkan keahlian. Tahap produksi dimulai dari membuat mal (pola) sampai alat untuk mencetak, membuat tulangan, hingga pemasangan mesin. ”Perahu yang kami buat mulai dari cetak sampai siap untuk berlayar, termasuk mesin, kami tangani sendiri,” jelas Rozi.
Rozi bersama tiga rekannya mulai memproduksi perahu nelayan berbahan fiberglass pada tahun 2018 lalu. Sudah ada puluhan kapal nelayan berhasil diproduksi. Sebagian besar pemesannya adalah nelayan dari wilayah Banyuwangi. Sebut saja nelayan dari Pantai Bomo, pesisir Kecamatan Muncar, pesisir Kecamatan Wongsorejo, hingga wilayah selatan di pesisir Kecamatan Pesanggaran.
Perahu karya nelayan pantai Pecemengan ini memiliki ciri khas khusus. Bentuknya tetap sama seperti perahu nelayan berbahan kayu. Jika dilihat sepintas, tak ada perbedaan dengan perahu berbahan kayu. Namun jika dilihat lebih jeli, bagian permukaan cat perahu fiber lebih mulus dan tampak lebih mengkilap dibanding perahu berbahan kayu.
Tidak hanya memproduksi perahu, perajin fiberglass asal Pantai Pecemengan itu juga mampu membuat speed boat dan berbagai jenis kapal sesuai permintaan. ”Pokok berbahan fiberglass, insya Allah kami bisa,” timpal Mustakim.
Perahu fiberglass karyanya biasanya berukuran panjang 7 meter dengan lebar 70 cm. Jika cuaca normal, satu perahu mampu diselesaikan dalam waktu lima hari. ”Tergantung cuaca, karena kami kerjakan di tempat terbuka di tepi pantai,” jelas Mustakim.
Sementara itu, harga jual satu unit perahu sekitar Rp 14 juta tanpa katir. Namun, jika kondisi perahu lengkap dengan katir, hanya menambah Rp 2 juta. Perahu berbahan fiber selain mudah dalam hal perawatan, juga lebih tahan lama dan tahan segala cuaca di Indonesia. ”Bahan fiber ini anti rayap. Meskipun terkena panas dan hujan masih tahan. Asalkan tidak sengaja dibakar dengan api membara, itu saja,” ujarnya sambil tertawa terkekeh.
Sayangnya, usaha yang telah ditekuninya selama tiga tahun terakhir ini terkendala permodalan. Sebab, pembuatan perahu menunggu pesanan dan modal dari patungan. ”Sebetulnya jika ada modal, kami ingin mengembangkan dan bisa membuka peluang kerja bagi anak-anak muda yang masih menganggur,” tandasnya. (ddy/bay/c1)
Editor : Ali Sodiqin