Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Smart Gate Siaga Covid; Cek Suhu Tubuh Tak Perlu Bantuan Satpam

Ali Sodiqin • Sabtu, 31 Juli 2021 | 00:00 WIB
smart-gate-siaga-covid-cek-suhu-tubuh-tak-perlu-bantuan-satpam
smart-gate-siaga-covid-cek-suhu-tubuh-tak-perlu-bantuan-satpam


RadarBanyuwangi.id – Sudah setahun ini alat Smart Gate Siaga Covid terpasang di pintu masuk SMPN 1 Banyuwangi. Alat yang bisa mendeteksi kedatangan siswa sekaligus suhu tubuh itu ternyata dirancang oleh Dani Daneswara, 17, yang saat ini duduk di kelas X SMKN 1 Banyuwangi.



”Selamat datang di SMPN 1 Banyuwangi.... Suhu Anda normal, silakan masuk”. Suara tersebut berasal dari pengeras suara di gerbang masuk SMPN 1 Banyuwangi. Suara itu muncul ketika ada orang yang melewati gerbang sekolah dan meletakkan tangannya di depan sensor.



Pusatnya dari sebuah alat kecil berwarna hitam yang dipasang di dinding dekat pintu masuk sekolah. Alat itu sudah tertanam di dinding sekolah sejak tahun lalu. Fungsinya untuk  mendeteksi kedatangan orang yang masuk ke gerbang sekolah sekaligus mendeteksi suhu tubuhnya.



Dengan alat itu, satpam sekolah tak perlu berinteraksi dengan tamu yang datang hanya untuk memastikan suhu tubuhnya normal. Alat itu diberi nama Smart Gate Siaga Covid. Pembuatnya, Dani Daneswara, 17. Ketika membuat alat tersebut, Dani masih duduk di kelas 9 SMPN 1 Banyuwangi.



Dani sengaja meninggalkan Smart Gate di sekolah sebagai kenang-kenangan. Ide membuat alat tersebut muncul saat Dani mendampingi siswa dari MTs 3 Jembrana di kompetisi robotik tahun 2020 di Bali. Saat itu pandemi Covid-19 sudah meluas. Dia pun berpikir untuk membuat alat yang relevan dengan kondisi saat itu.



Akhirnya muncul ide membuat alat pendeteksi suhu tubuh yang bisa bekerja secara otomatis. Dani pun merakit Smart Gate Siaga Covid (SGSC) yang hingga hari ini masih bisa digunakan di eks sekolahnya. Kebetulan saat itu pembelajaran di sekolah berlangsung secara daring. Banyak waktu luang yang bisa digunakan. ”Saya rakit alat tersebut selama dua minggu. Sebagian besar otodidak dengan panduan internet. Saya juga sering berdiskusi dengan guru-guru di SMK untuk bisa merakit alat ini,” kata Dani.



SGSC yang dirakit Dani berfungsi untuk merespons gerakan orang yang melewati sensor, termasuk mengukur suhu tubuh. Untuk mengukur suhu, orang harus meletakkan tangannya di depan sensor. Jika suhunya di bawah 37,5 derajat Celsius, alat secara otomatis merespons dengan suara jika suhu tubuh dianggap normal.



Jika lebih dari 37,5 derajat Celsius, alat akan merespons agar pemilik suhu tubuh bisa kembali beristirahat. ”Komponennya semua saya dapatkan dari internet. Tinggal coding-nya saja. Di bangku SMP belum belajar coding, saya minta bantuan guru SMK,” ungkap sulung dari tiga bersaudara itu.



Saat ini SGSC mulai diminati beberapa sekolah di Banyuwangi. Sudah ada tiga sekolah yang berencana menggunakan alat tersebut. Dani berencana untuk menyediakan alat-alat itu agar bisa membantu sekolah sehingga bisa dimanfaatkan dengan baik selama pandemi. ”Selama tidak korslet, seperti terkena air, alat ini tahan lama dan bisa dipakai. Perawatannya juga mudah,” jelasnya.



Selain SGSC, Dani saat ini sedang merancang alat pemberi pakan ikan otomatis. Alat itu didesain untuk memudahkan para pengusaha tambak, sehingga tak perlu repot-repot memberi makan secara manual. Takarannya juga bisa disesuaikan dengan kebutuhan. ”Tapi ini masih belajar, jadi belum tahu selesai kapan,” ucap Dani tersenyum.



Ayah kandung Dani, Agus Harianto mengatakan, SGSC dianggap bisa memotivasi adik-adik kelasnya. Mereka bisa berlomba-lomba untuk membuat karya yang sama atau lebih baik dan bermanfaat. ”Ini sangat membantu sekali. Saya rasa untuk belajar, saat ini anak-anak lebih mudah. Banyak tutorial juga di internet. Yang penting ini juga bisa memicu siswa lainnya untuk berkarya,” pungkas guru Bahasa Indonesia SMPN 1 Banyuwangi itu. (fre/aif/c1)


Editor : Ali Sodiqin
#kesehatan #covid-19