Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Jangan Lupakan Jalur Lintas Selatan Banyuwangi-Jember

Ali Sodiqin • Sabtu, 17 Juli 2021 | 16:42 WIB
jangan-lupakan-jalur-lintas-selatan-banyuwangi-jember
jangan-lupakan-jalur-lintas-selatan-banyuwangi-jember

RadarBanyuwangi.id - Proyek Jalur Lintas Selatan (JLS) Jawa sudah dimulai sejak tahun 2002 lalu. Setelah 19 tahun berlalu, proyek JLS di wilayah Kabupaten Banyuwangi seakan jalan di tempat. Nyaris tidak ada perkembangan.

Hasil pantauan tim Jawa Pos Radar Banyuwangi di lapangan, progress JLS Banyuwangi hanya ada dua yang sudah tampak difungsikan. Itu pun panjangnya hanya beberapa kilometer.

Lokasi pertama ada di wilayah Kecamatan Glenmore. Dari ibukota Kecamatan Glenmore, masuk ke arah selatan. Sepenuhnya merupakan jalan kawasan Perkebunan. Dari Kebun Kalirejo hingga wilayah Kebun Kendenglembu. Ujungnya merupakan jalan aspal buntu. Padahal, tinggal belasan kilometer lagi sudah masuk wilayah Kabupaten Jember. Namun hingga kemarin (3/7), belum ada tanda-tanda dimulai lagi pembangunan JLS.

Sedangkan lokasi kedua, ruas JLS menghubungkan Desa Labanasem di Kecamatan Kabat dan Desa Pengatigan di Kecamatan Rogojampi. Panjang ruas jalan areal persawahan ini pun hanya beberapa kilometer. Meski pada perkembangan selanjutnya, lokasi kedua ini akhirnya hanya berfungsi sebagai jalur alternatif pemecah kepadatan di wilayah Rogojampi.

Dari bank data litbang Jawa Pos Radar Banyuwangi tahun 2017, proyek JLS yang menghubungkan Rogojampi dengan Glenmore ternyata akan menggunakan ruas jalan arteri nasional yang sudah ada. Selain itu, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengubah rancangan JLS. Ruas JLS wilayah yang awalnya dimulai dari Rogojampi hingga Jember, berubah menjadi lebih panjang. Start-nya tidak lagi di Kecamatan Rogojampi, tetapi dari Desa Ketapang di Kecamatan Kalipuro.

Kebijakan Kementerian PUPR itu dilakukan untuk menyambung jalan pantai utara Jawa (Pantura) dengan jalan pantai selatan Jawa (Pansel) melalui program pembangunan JLS. Karena itu, Kementerian PUPR berencana melebarkan jalan nasional mulai dari Ketapang hingga Glenmore menjadi 11 meter. Sementara lebar jalan nasional di wilayah tersebut saat ini sekitar tujuh meter.

Namun lagi-lagi, belum ada tanda-tanda kapan pelebaran jalan itu akan dilakukan. Jalur yang sudah mencapai lebar 11 meter saat ini hanya rute Banyuwangi – Rogojampi. Itu pun masih menyisakan rute sempit di Jembatan Tambong, Kecamatan Kabat. (bay)

Editor : Ali Sodiqin
#jalan tembus #jalur lintas selatan