RadarBanyuwangi.id - Posisi tandon tak melulu di tempat yang tinggi. Bahkan, tidak harus berada di permukaan tanah. Ternyata ada pula tandon yang berada di bawah tanah. Ada yang menyebutnya underground tank.
Pada umumnya, posisi tandon air memang berada di atas permukaan tanah. Bahkan, lazimnya posisi tandon air untuk rumah berada di posisi yang tinggi. Tujuannya agar air dapat mengalir lancar dengan bantuan gaya gravitasi.
Namun, tandon bawah tanah biasanya punya fungsi tertentu. Yang paling lazim adalah sebagai penyimpan air dalam jumlah yang lebih besar. Keunggulan lain tandon air di bawah tanah, yakni membuat kondisi kesegaran air lebih terjaga.
Tandon bawah tanah akan menyimpan air yang lebih segar dan lebih bebas dari lumut. Sedangkan tandon di atas tanah, apalagi di tempat terbuka, akan lebih mudah ditumbuhi lumut. Tentu saja, lumut yang menempel pada dinding tandon akan memengaruhi kesegaran air. Aroma lumut akan berdampak pada air yang disimpan. Selain itu, lumut yang menumpuk dalam waktu lama akan berdampak pada penyempitan saluran air di dalam rumah.
Selain memiliki beberapa keunggulan, tandon bawah tanah ternyata juga punya beberapa kelemahan. Untuk menyalurkan air ke seluruh ruangan, tandon bawah tanah harus dibantu mesin pompa air. Karena tandon bawah tanah tidak memungkinkan untuk mendistribusikan air ke seluruh ruangan dengan bantuan gaya gravitasi. ”Harus pakai mesin pompa air. Ini wajib, tidak bisa ditawar kalau memakai tandon bawah tanah,” ujar Hariyanto, 42, pekerja bangunan asal Dusun Gombol, Desa Benelankidul, Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi.
Hariyanto menambahkan, penggunaan tandon bawah tanah cukup lazim bagi warga kota besar seperti Surabaya dan sekitarnya. Berbeda dengan kota kecil yang biasanya menggunakan air sumur, warga kota besar biasanya mengandalkan air bersih pasokan Perusahaan Air Minum (PAM).
Padahal problem di kota besar, imbuh Hariyanto, pasokan atau debit air bersih dari PAM biasanya tidak stabil. Pada sore atau pagi hari, biasanya debit air mengecil. Namun pada tengah hari dan malam hari, debit air lancar. Karena itu, warga kota besar sering menampung air pasokan dari PAM tersebut ke tandon bawah tanah di rumahnya. ”Sehingga saat butuh air pagi atau sore hari, mereka tetap lancar tersedia airnya,” ujar lelaki yang kerap bekerja konstruksi di Surabaya itu. (bay/c1)
Editor : Ali Sodiqin