Tak banyak yang menyangka menara Base Transceiver Station (BTS) yang berdiri di berbagai daerah ternyata juga memiliki juru kunci. Mereka bertugas melakukan penanganan tanggap darurat saat ada gangguan datang.
SHULHAN HADI, Rogojampi
Secangkir kopi yang tersaji belum sempat diseruput. Tak berselang lama, ponsel jadul di dalam saku baju Aziz Kholili, 31, berdering. Ringtone itu berhenti seiring ujung speaker tertempel di telinga.
Tak seberapa lama laki-laki yang tinggal di Tamansari, Kecamatan Tegalsari ini memulai percakapan. Tampak jelas, suara tersebut berasal dari rekan kerjanya. Suara penelepon di seberang terdengar jelas. Pria yang biasa disapa ”Bro” tersebut menginformasikan, jika besok mereka akan melakukan pemanjatan di salah satu tower di Rogojampi.
Rencana itu pun disepakati dan Aziz kemudian kembali menikmati kopi yang masih terlihat panas membara. Sudah beberapa tahun belakangan ini, Aziz dan beberapa teman-temannya meliputi Agustav, 30; Choirul, 33; dan Subhan , 53 menjadi tim pemanjat tower.
Tim yang bermarkas di Sempu ini menjangkau sejumlah kecamatan termasuk Rogojampi. Aktivitas yang mereka lakoni sehari-hari ini sering menyebut diri masing-masing dengan sebutan Spiderman. ”Kalau climber kurang populer, Spiderman kan lebih mudah diucapkan,” terangnya.
Tower-tower dengan ketinggian mencapai 52 meter merupakan arena kerja mereka. Setiap hari, jam operasional mereka relatif fleksibel. Biasanya pekerjaan tersebut mereka lakukan saat ada gangguan mendadak, seperti arus listrik yang tiba-tiba padam.
Namun, biasanya mereka juga melakukan perawatan rutin seperti pembersihan instalasi yang terpasang di atas. ”Seminggu bisa tiga kali, bisa 10 kali. Tidak ada ketentuan lihat keadaan,” ucapnya.
Secara umum, tugas tim Spiderman memastikan kelangsungan BTS beroperasi dengan baik. Hal ini sangat berkaitan dengan suplai listrik dari PLN dan juga faktor lain seperti gangguan petir dan gejala alam lainnya. Jika tidak ada kendala mereka juga melakukan perawatan untuk menjaga performa BTS. Mulai dari pemeriksaan arus listrik, pemeriksaan grounding tower, perangkat tower, dan juga kebersihan tower. ”Tugas kita itu intinya menjaga dan merawat agar tower berfungsi baik dan kita bisa internetan,” ucapnya terkekeh.
Dari video yang dia bagikan, sangat terlihat jelas aktivitas Spiderman ini benar-benar seperti aksi ”Spiderman” sesungguhnya. Bergelantungan di ketinggian dengan peralatan keselamatan yang terbilang mini. Aziz pun mengakui jika mereka sering kali enggan menggunakan alat keselamatan. Di samping terkadang memang karena ketiadaan peralatan pendukung. ”Kadang memang tidak ada harness,” ucapnya.
Memanjat menara seluler, menurut Aziz, butuh nyali dan kekuatan. Mengingat aktivitas perbaikan di atas menara bisa memakan waktu hingga berjam-jam. Di samping itu, sengatan terik matahari juga cukup menguras energi saat kegiatan dilakukan di siang hari. ”Kendalanya itu panas, dan lapar. Kadang kita cukup lama dia atas,” ungkapnya.
Setinggi apa pun menara BTS, secara teknis sangat mudah dipanjat. Tangga penghubung dari bawah ke atas cukup mudah dijangkau. Bahkan tanpa memiliki keahlian memanjat pohon pun sebenarnya pekerjaan ini bisa dilakukan. Yang terpenting memiliki nyali dan tidak takut melihat dari ketinggian. ”Tidak harus bisa memanjat, lha kita saja banyak yang tidak bisa memanjat pohon kelapa,” ungkapnya.