Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Selokan Pun Dimanfaatkan Jadi Kolam Ikan Lele

Ali Sodiqin • Senin, 26 Februari 2018 | 17:35 WIB
selokan-pun-dimanfaatkan-jadi-kolam-ikan-lele
selokan-pun-dimanfaatkan-jadi-kolam-ikan-lele

Budi daya ikan lele lazimnya dilakukan di kolam atau tambak. Namun, warga perumahan Agus Salim Residence ini justru beternak ikan lele di got atau selokan. Inovasi yang layak ditiru.

DEDY JUMHARDIYANTO, Banyuwangi

LIMA warga berkerumun di depan sebuah rumah di perumahan yang masuk wilayah Kelurahan Taman Baru, Kecamatan Banyuwangi itu. Mereka berdiskusi sambil menunjuk ke arah selokan. Perbincangan mereka terlihat sangat serius. Seluruh pandangan mereka tertuju pada selokan yang berada di tepi jalan raya perumahan.

Sekelompok warga tersebut ternyata sedang berdiskusi untuk persiapan melakukan panen ikan lele untuk kali keempat. Uniknya, ribuan ikan lele siap panen tersebut ternyata dibesarkan di dalam selokan yang sudah disulap sedemikian rupa menjadi sebuah kolam yang ramah lingkungan.

Penggagas kolam ikan dengan memanfaatkan selokan itu, adalah warga yang tinggal di perumahan Agus Salim Residence, Kelurahan Taman Baru, Kecamatan Banyuwangi. Mereka adalah Suryadi, Agung, Novian DP, Bambang, dan Wawan.

Novian Dharma Putra mengatakan, awal mula ide tersebut muncul dari diskusi kecil-kecilan antarwarga di tahun 2017 lalu. Saat nongkrong bersama tetangga perumahan, muncul ide setelah melihat selokan di depan rumah warga kering kerontang dan terkesan tidak dimanfaatkan.

Selokan di perumahan memang tidak berfungsi menjadi tempat limbah pembuangan rumah tangga. Masing-masing rumah sudah memiliki septic-tank untuk pembuangan limbah dan tinja. Sementara untuk resapan air hujan, sudah dengan resapan jalan paving. Apalagi, jika ada air yang tersisa di selokan tersebut juga kadang justru menimbulkan berkembangnya jentik nyamuk.

Berawal dari keprihatinan dan diskusi kecil-kecilan itulah, kelima warga tersebut memulai dengan menggagas untuk menyulap selokan tersebut menjadi kolam ikan. ”Awalnya kami iuran bersama untuk menyulap selokan menjadi kolam ikan, termasuk membeli bibit ikan lele. Modal awal kami Rp 500 ribu,” ungkap Novian.

Tidak perlu dana besar untuk menyulap selokan menjadi kolam ikan. Warga hanya perlu membuat sekat pembatas got dan tutup bagian atas agar tidak dimasuki kotoran. Mulanya hanya dengan menabur 300 bibit ikan lele, dengan ukuran panjang selokan yang dimanfaatkan berukuran 5 meter. ”Pada panen perdana berhasil memperoleh 30 kilogram (kg) ikan lele,” ujarnya.

Setelah panen perdana itulah, kini warga mulai tertarik untuk mengembangkan selokan menjadi kolam ikan. Hasilnya, kini sudah ada empat titik kolam lele di selokan yang dikelola warga perumahan. Bahkan ukurannya juga lebih panjang. ”Sore ini (kemarin sore) panen yang keempat. Uang hasilnya kami masukkan ke dalam kelompok masing-masing Rukun Tetangga (RT),” katanya.

Pemanfaatan selokan menjadi kolam ikan tersebut juga tidak berjalan mulus. Saat kali pertama masa percobaan itu, dia sempat menerima komplain dari warga sekitar. Pasalnya, keberadaan kolam ikan lele tersebut sempat menimbulkan bau tidak sedap.

Beberapa cara dilakukan agar tidak menimbulkan bau yang mengganggu lingkungan. Caranya juga cukup mudah.  Hanya sesekali cukup memberi daun pepaya dan serabut kelapa. Selanjutnya mengganti selokan dengan air bersih. Persoalan bau tidak itu kini sudah bisa diatasi. Bau tidak sedap dari kolam ikan sudah tidak lagi dikeluhkan warga.

Lantas bagaimana jika cuaca hujan deras? Warga ternyata juga sudah memikirkan dampak risiko ikan lele yang ditebar dalam kolam, akan hanyut dan terbuang sia-sia terbawa derasnya air selokan.  Ternyata, ketinggian kolam yang digunakan hanya separo. Bagian bawah kolam masih terdapat pipa saluran pembuangan, termasuk di bagian atas juga ada bak kontrol.

Sehingga jika turun hujan deras, air yang meluap di selokan tidak akan mengganggu ikan yang berada di kolam selokan. Air akan meluber dan masuk ke dalam bak kontrol, dan tersalur pada pipa pembuangan. ”Alhamdulillah tidak ada masalah berarti sampai saat ini. Meskipun hujan deras, juga masih aman-aman saja,” katanya.

Novian dan warga, perlahan ingin menjadikan hunian di perumahannya serasa hidup di desa tetapi berada di lingkungan perkotaan. Budi daya kolam lele di got hanya bagian dari proses tersebut, agar tidak ada genangan yang menimbulkan jentik nyamuk.

Ke depan, kelompok warga  yang tergabung dalam Padepokan ASR itu juga ingin memanfaatkan limbah air wudu di musala yang bisa langsung dialirkan ke got berisi lele. Tidak hanya itu, kini juga tengah membuat ide bank sampah. Limbah rumah tangga semua dikumpulkan dan dijual untuk kas tabungan. Beberapa juga menjadi kerajinan yang bernilai jual lebih, seperti tas dari celana jins bekas.

Saat ini, beberapa warga sudah memanfaatkan lahannya untuk tanaman palawija. Setiap gang rumah yang kompak, juga sudah membuat tong sampah organik dan nonorganik dari ember bekas untuk ditanami palawija sebagai bentuk penghijauan. ”Lahan kami di perumahan terbatas. Tapi bagaimana menciptakan suasana perkotaan ini rasa pedesaan yang asri,” tandas pria yang bekerja di Pertamina itu.

Editor : Ali Sodiqin