Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Setelah Tentukan Cerita, Ambil Kamera, Tunjukkan Aksimu! Kirim Video Melalui Google Form; dan GRATIS!!

Gerda Sukarno Prayudha • Kamis, 17 April 2025 | 16:25 WIB

Photo
Photo
RadarBanyuwangi.id – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Banyuwangi menggandeng Jawa Pos Radar Banyuwangi menyelenggarakan lomba yang diperuntukkan untuk siswa Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI).

Terutama bagi yang masih duduk di bangku kelas IV dan V.

Lomba yang dimaksud adalah lomba bertutur.

Menceritakan kembali kisah atau cerita-cerita kepahlawanan dan legenda masyarakat lokal Jawa Timur.

Menurut Yusup Khoiri, Pustakawan Ahli Madya Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Banyuwangi, cerita yang disadur boleh yang sudah dipublikasikan ataupun belum.

“Contoh legenda Watudodol, asal usul sebuah desa di Jawa Timur dan sebagainya,” ujar Yusup.

Yang perlu diperhatikan cerita yang disampaikan nanti tidak boleh cerita yang menokohkan hewan, lanjut Yusup.

Lomba bertutur ini tidak dipungut biaya untuk pendaftarannya, alias Gratis.

Cukup mengisi google form yang disediakan panitia di https://forms.gle/nLZNXRM8RUkDhTXK9.

Dalam babak penyisihan peserta cukup menyerahkan file berbentuk video. Namun untuk babak final, peserta dilakukan secara luring.

Pendaftaran masih terbuka hingga 30 April 2025.

Bagi yang ingin mengetahui syarat dn ketentuan lomba bertutur secara rinci dan lengkap bisa mendownload file yang tersedia di google form.

Dalam penampilan, peserta wajib menyampaikan dalam bahasa Indonesia.

Dan boleh diiringi musik latar.

Lomba bertutur ini menyediakan total hadiah sebesar 13 juta rupiah disertai piala dan sertifikat.

Sebagai narahubung bisa ke nomor +6282331208382 atau +6287763555566.

Editor : Gerda Sukarno Prayudha
#jawa timur #bertutur #kearsipan provinsi riau #watudodol #Perpustakaan #banyuwangi