RadarBanyuwangi.id - Sosok Abdul Halim dikenal sebagai seorang pendidik, seniman, dan dai yang telah mengabdikan dirinya secara luar biasa di SDN 4 Segobang, Kecamatan Licin, Banyuwangi.
Sekolah tersebut berlokasi di dataran tinggi, yakni 1.400 meter di atas permukaan laut (mdpl). Tepatnya, di Dusun Kayangan, Desa Segobang, Kecamatan Licin.
Pria yang tinggal di Dusun Krajan, Desa Banjar, Kecamatan Licin, ini memulai pengabdiannya di dunia pendidikan dengan mengajar di salah satu SD di desa terpencil di Banyuwangi.
”Meskipun dihadapkan dengan berbagai keterbatasan, baik dari sisi fasilitas maupun dukungan, kami tetap bertekad untuk memberikan pendidikan terbaik bagi anak-anak di desa tersebut,” ujar bapak dua anak ini.
Tak hanya mengajar, alumnus S-1 Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Ampel Jember ini juga aktif dalam dunia seni, khususnya seni tradisional.
Dia menjadi sosok yang turut melestarikan budaya lokal. Sekaligus mengajarkan mereka untuk menghargai dan melestarikan warisan budaya.
Selain itu, Abdul Halim juga tidak pernah melupakan tugasnya sebagai seorang dai. Dia aktif berdakwah di berbagai kesempatan, menyampaikan pesan-pesan kebaikan dan kebajikan kepada masyarakat.
Melalui pendekatan yang santun dan penuh kasih sayang, dia berhasil menyentuh hati banyak orang, terutama di wilayah yang sulit dijangkau oleh banyak pihak.
”Saya merasa dakwah bukan hanya tentang menyampaikan pesan agama, tetapi juga tentang memberi teladan dalam kehidupan sehari-hari,” kata Halim yang juga menjabat Ketua Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Banyuwangi ini. (*/sgt/c1)
Editor : Ali Sodiqin