RadarBanyuwangi.id – Peserta Lomba Kreasi baris Berbaris diberi kebebasan untuk tampil.
Namun, mereka punya kewajiban memeragakan 12 gerakan dasar Peraturan Baris Berbaris (PBB).
Baris berbaris merupakan bentuk latihan fisik yang bertujuan menanamkan disiplin, patriotisme, tanggung jawab, serta membentuk sikap lahir dan batin yang diarahkan pada terbentuknya karakter tertentu.
Tujuan kegiatan baris berbaris ini secara umum adalah sebagai latihan awal untuk membela negara, serta memahami hak serta kewajiban.
Selain itu, baris berbaris juga untuk menanamkan rasa disiplin dan semangat kebersamaan.
Latihan baris berbaris bertujuan menumbuhkan sikap jasmani yang tegap dan tangkas, rasa persatuan, dan disiplin sehingga selalu mengutamakan kepentingan tugas di atas kepentingan individu.
Hal ini juga secara tidak langsung menanamkan rasa tanggung jawab.
Dalam Peraturan Baris Berbaris (PBB) gerakan barisan tidak dilakukan asal-asalan.
Namun ada panduan khusus yang disepakati untuk memberikan keseragaman dalam sebuah barisan.
Gerakan dasar PBB itu dibagi menjadi 12. Yaitu sikap sempurna atau siap, hadap serong kanan, hadap serong kiri, hadap kanan, hadap kiri, balik kanan, lencang kanan, lencang depan, jalan di tempat, hormat, berhitung, istirahat di tempat.
Sementara itu, tahap latihan baris berbaris dibagi menjadi tiga. Yang pertama adalah gerakan di tempat.
Ini merupakan gerakan baris berbaris yang dilakukan di tempat. Misalnya sikap siap, kemudian istirahat di tempat, hormat, lencang kanan, jalan di tempat, dan lain sebagainya.
Gerakan di tempat adalah kunci sukses dalam latihan baris berbaris.
Ketika gerakan-gerakan tersebut bisa ditampilkan dengan rapi, barisan tersebut kemungkinan akan bisa menampilkan gerakan yang lebih bagus ke depannya.
Selanjutnya adalah gerakan pindah tempat. Gerakan baris berbaris yang satu ini dilakukan dengan pindah tempat tanpa melakukan gerakan berjalan. Misalnya, langkah ke depan, belakang, kiri kanan dan lain sebagainya.
Dan yang terakhir adalah gerakan berjalan. Dalam latihan berjalan biasanya tahap latihan dibagi dalam kelompok-kelompok kecil.
Jumlahnya antara 11 orang sampai 15 orang per kelompok. Karena akan lebih mudah untuk memperhatikan dan mengoreksi gerakan setiap anggota. (sas/bay)
Editor : Ali Sodiqin