RadarBanyuwangi.id – Tak bisa dipungkiri, kondisi ruas jalan nasional kita semakin tak kondusif untuk kegiatan tradisi lomba gerak jalan Agustusan.
Sejak tahun lalu, lomba gerak jalan tradisional tingkat kabupaten yang menggunakan ruas jalan nasional kian tereduksi.
Namun sebagai gantinya, muncul Lomba Kreasi Baris Berbaris (LKBB) di GOR Tawang Alun tahun lalu.
Nah, tahun ini LKBB kembali akan digelar Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Banyuwangi bersama mitra pelaksana Jawa Pos Radar Banyuwangi (JP-RaBa).
Pelaksanaan LKBB tahun lalu bisa dikatakan sukses dengan banyaknya peserta yang ikut dari kalangan pelajar.
Sehingga, tahun ini, LKBB akan kembali digelar dengan peserta yang lebih luas jangkauannya.
Jauh sebelum ini, Kabupaten Banyuwangi memiliki kegiatan rutin Agustusan gerak jalan tradisional.
Jarak rute gerak jalan sudah ditetapkan. Mulai delapan Kilometer (8 Km), 17 Km, hingga yang terjauh 45 Km. Banyak hal yang kemudian membuat pemerintah melakukan evaluasi kegiatan tersebut.
Terutama, kondisi ruas jalan yang saat ini sangat padat untuk distribusi barang dan jasa.
“Hasil evaluasi, gerak jalan ini menyebabkan kemacetan,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Banyuwangi, Alfin Kurniawan.
Selain menyebabkan kemacetan, pelaksanaan gerak jalan tradisional juga berpotensi membahayakan peserta dan pengguna jalan.
Sebab, pelaksanaan gerak jalan biasanya menggunakan ruas jalan kabupaten, atau jalan provinsi, bahkan ruas jalan nasional.
Tentu saja, jalanan umum itu ramai dilalui berbagai jenis kendaraan. Mulai sepeda motor, mobil, bus, hingga truk.
Dengan berbagai pertimbangan tersebut, Dispora Banyuwangi menggandeng JP-RaBa yang menginisiasi kegiatan baru baris berbaris sejenis gerak jalan.
Tentu saja, kegiatan berbaris kali ini yang lebih aman dan tidak menimbulkan kemacetan, yaitu kegiatan LKBB.
“Pelaksanaan indoor dan tetap bisa menampung banyak peserta,” imbuh Alfin.
Selain itu, LKBB juga memiliki kriteria penilaian yang lebih bervariasi dibandingkan dengan lomba gerak jalan tradisional.
“Variasi barisan, kostum, kekompakan, dan masih banyak lagi. Peserta bisa lebih berkreasi melalui LKBB ini,” pungkasnya. (gas/bay)
Editor : Ali Sodiqin