RadarBanyuwangi.id – Setiap barisan sudah sepatutnya memiliki pemimpin. Dalam baris berbaris, pemimpin barisan disebut komandan peleton (danton).
Baris berbaris adalah suatu wujud latihan fisik guna menanamkan disiplin, patriotisme, tanggung jawab, serta membentuk sikap lahir dan batin yang diarahkan pada terbentuknya watak.
Baris berbaris pertama kali dikenal pada zaman Kekaisaran Romawi.
Pada masa Julius Caesar, baris berbaris bertujuan agar pasukan yang berada di bawah kekuasaannya mempunyai rasa tanggung jawab, disiplin, rapi, kekompakan, ketertiban dan kesigapan.
Dengan kegiatan baris berbaris, diharapkan mampu menumbuhkan sikap jasmani yang tegap dan tangkas, rasa persatuan, serta disiplin.
Sehingga dengan demikian, senantiasa dapat mengutamakan kepentingan tugas di atas kepentingan individu.
Kegiatan bari berbaris saat ini, secara tidak langsung juga menanamkan rasa tanggung jawab.
Selain itu, juga mampu menumbuhkan rasa persatuan, rasa senasib sepenanggungan. Serta adanya ikatan batin yang sangat diperlukan dalam menjalankan tugas.
Dalam lomba kreasi baris berbaris, salah satu posisi yang punya peran vital adalah komandan peleton (danton).
Danton merupakan komandan satuan kecil yang biasanya punya pangkat tinggi di antara barisannya.
Peran dan fungsi danton yang sangat krusial adalah untuk meningkatkan kedisplinan dan profesionalisme bagi anggota dalam sebuah barisan.
Dalam sebuah satuan, danton merupakan seorang figur bagi para anggota. Upaya yang dilakukan oleh danton, harus meningkatkan profesional serta mendekatkan diri kepada seluruh anggotanya. (sas/bay)
Editor : Ali Sodiqin