Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Jagoan Tani Banyuwangi 2024, 105 Peserta Masuk Mentoring Offline Session

Ayu Lestari • Kamis, 25 Juli 2024 | 04:54 WIB

BERKUMPUL: Sekretaris Dispertan Ilham Juanda (pakai udeng) foto bersama para peserta program Jagoan Tani 2024 di kantor Pemkab Banyuwangi Rabu  (24/7).
BERKUMPUL: Sekretaris Dispertan Ilham Juanda (pakai udeng) foto bersama para peserta program Jagoan Tani 2024 di kantor Pemkab Banyuwangi Rabu  (24/7).

Radarbanyuwangi.id - Program Jagoan Tani 2024 masuk babak baru. Sebanyak 105 peserta menjalani mentoring offline session tahap satu di ruang rapat Minak Jinggo, kantor Pemkab Banyuwangi.

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Sekretaris Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Ilham Juanda. Selama mentoring session offline berlangsung, seluruh peserta mendapat meteri dari beberapa narasumber.

Di antaranya Founder Jagoan Indonesia Dias Satria, Priyandaru Agung selaku Senior Manager Research and Validation eFishery, Arif Bawono selaku Founder Let’s Play Indonesia, Habib Thabrani selaku CEO Tanduria.ID, dan Rizky Permana selaku Business Financial Planner.

Kepala Dispertan Arief Setiawan melalui Sekretaris Dispertan Ilham Juanda menyampaikan, program Jagoan Tani merupakan new branding dari Agribusiness Start-Up Competition yang digelar Pemkab Banyuwangi sejak tahun 2018. Lahirnya Agribusiness Start-Up Competition terinspirasi oleh adaptasi era revolusi industri 4.0.

Ilham menjelaskan, pada tahun 2020 event tersebut sempat ditiadakan akibat pandemi Covid-19. Kemudian pada tahun 2021 kompetisi kembali digelar hingga tahun ini. ”Kami bersyukur meski sempat redup akibat kendala Covid-19, program ini kembali tumbuh dan menarik minat generasi muda Banyuwangi,” ujar Ilham.

Ilham menambahkan, pada tahun 2024 ini manfaat yang didapat peserta semakin banyak. Selain disiapkan dana hibah dan insight dari mentor expert, peserta juga mendapat networking ekosistem dan komunitas, akses belajar di industri, sertifikat Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), dan akses keuangan bila diperlukan untuk pengembangan usaha.

”Jagoan Tani kali ini difokuskan pada keberlanjutan dan peningkatan kualitas serta mempertahankan konsep kompetisi yang sudah berjalan selama ini dengan dukungan dan kolaborasi berbagai pihak yang kompeten,” kata Ilham.

Pihaknya berharap, para peserta bisa memaksimalkan momen ini untuk menyerap ilmu serta pengalaman yang ada dari narasumber dan mentor. Sehingga, ke depannya dapat diaplikasikan para peserta untuk pengembangan usahanya.

”Karena nanti peserta akan terus dikerucutkan. Oleh karena itu, setiap momen kami minta untuk terus dimanfaatkan dan diaplikasikan,” jelas Ilham.

Salah satu narasumber yang menyampaikan materi mindset pebisnis, yakni Priyandaru Agung mengucapkan terima kasih kepada seluruh generasi milenial Banyuwangi yang telah mengikuti program ini. Menurutnya, antusiasme peserta untuk menyampaikan pertanyaan dan berbagi pengalaman juga cukup tinggi.

”Saya sampaikan kepada seluruh peserta untuk tetap tumbuh. Jangan sampai usaha dari bidang mana pun yang tengah dimiliki terkikis oleh perubahan zaman. Karena pertanian itu terus berinovasi, maka dari itu harus terus berkembang,” pungkas Priyandaru. (tar/sgt/c1)

Editor : Niklaas Andries
#offline #Jagoan #ceo #bnsp #2024 #pemkab banyuwangi #mentoring #indonesia #jagoan tani #dispertan #minak jinggo #banyuwangi