Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Mentoring Jagoan Tani Banyuwangi 2024 Hari Kedua: Giliran Peserta Dapat Bekal Standardisasi Produk

Ayu Lestari • Jumat, 5 Juli 2024 | 12:00 WIB

PEMBEKALAN: Peserta program Jagoan Tani mengikuti mentoring yang dipusatkan di aula kantor Dispertan Banyuwangi secara daring Kamis (4/7).
PEMBEKALAN: Peserta program Jagoan Tani mengikuti mentoring yang dipusatkan di aula kantor Dispertan Banyuwangi secara daring Kamis (4/7).
Radarbanyuwangi.id - Pendampingan (mentoring) sesi daring (online) bagi peserta program Jagoan Tani 2024 berlanjut Kamis (4/7). Di hari kedua, kegiatan diisi dengan pembekalan materi tentang standardisasi produk.

Sama seperti hari pertama, para peserta mengikuti mentoring yang dipusatkan di aula kantor Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) secara daring.

Kali ini, narasumber yang dihadirkan adalah Aditya M. Wicaksono selaku Public Relation Tanduria, sebuah startup yang telah memiliki pengalaman dalam pengembangan usaha dan edukasi pertanian.

Kepala Dispertan Arief Setiawan melalui Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan Kesmavet) Nanang Sugiharto mengatakan, tujuan utama Jagoan Tani 2024 adalah meningkatkan minat dan partisipasi generasi muda Banyuwangi untuk menggeluti bisnis pertanian dengan segala subsektornya.

Nanang menuturkan, manfaat yang didapat peserta program Jagoan Tani 2024 semakin banyak. Selain disiapkan dana hibah dan pendampingan oleh mentor expert, tentu para peserta juga mendapat networking ekosistem dan komunitas.  

”Tidak hanya itu, peserta juga mendapat akses belajar di industri, sertifikat Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), dan akses keuangan bila diperlukan untuk pengembangan usaha bagi para peserta terpilih,” ujarnya.

Nanang menjelaskan, mentoring session dilakukan untuk pengembangan kemampuan dan keahlian, pengembangan potensi, dan menjalin kolaborasi serta kerja sama bagi semua peserta.

Selanjutnya, setelah mengikuti mentoring secara online, peserta Jagoan Tani yang berjumlah 778 orang tersebut akan melanjutkan tahap seleksi pada 8 sampai 12 Juli mendatang. 

”Pengumuman offline session akan dilakukan pada 15 juli. Harapannya, tahapan dapat berjalan sesuai alur sehingga ke depan dapat melahirkan petani muda yang kreatif, inovatif, dan adaptif di Banyuwangi,” harapnya.

Salah satu peserta, yakni Budiono, pemilik rintisan usaha peternakan sapi mengaku cukup puas dengan materi yang disampaikan.

Sesi tanya jawab peserta juga cukup banyak mengundang respons sehingga menciptakan diskusi yang baik.

”Meskipun belum pernah bertatap muka dengan peserta lain, namun kegiatan mentoring session cukup menyenangkan. Semoga ke depan bisa mengikuti tahapan-tahapan selanjutnya,” pungkasnya. (tar/sgt/c1)

 

Editor : Niklaas Andries
#bnsp #online #produk #standarisasi #mentoring #kerja sama #jagoan tani #dispertan #daring #banyuwangi