RadarBanyuwangi.id – Memperingati Bulan Bahasa, Jawa Pos Radar Banyuwangi menggelar lokakarya membaca dan menulis puisi, Sabtu sore (28/10).
Workshop kali ini menghadirkan narasumber Ketua Taman Inspirasi Sastra Indonesia (TISI), Muhammad Octavianus Masheka.
Workshop yang dibuka oleh Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani yang diwakili oleh Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Banyuwangi, Dr Alfian MPd itu dihadiri sejumlah diikuti ratusan guru Bahasa Indonesia dari sejumlah sekolah dan madrasah di Banyuwangi.
Dalam lokakarya dengan tema ”Sastra Mengolah Rasa dan Pikir Manusia", para peserta mendapat materi terkait literasi, membaca, dan menulis puisi.
Mereka diminta duduk beregu dan mengucapkan satu suku kata sesuai tema masing-masing dan diminta dirangkai menjadi sebuah kalimat hingga menjadi sebuah syair puisi.
Hanya dalam hitungan menit, perwakilan para guru ini mampu menunjukkan karya tetesan pena dan dibacakan di hadapan peserta lainnya.
Yang menarik, sebelum workshop berlangsung, para sastrawan dan penyair satu per satu unjuk kebolehan.
Mereka membawakan puisi di hadapan ratusan peserta. Yang tampil pertama adalah sastrawan asal Genteng, Iqbal Baraas. Berikutnya giliran tampil Fatah Yasin Noor selaku sastrawan Banyuwangi.
Setelah tuan rumah unjuk kebolehan, juri tamu Liga Puisi 3 asal Bali, Wayan Jengki Sunarta diminta tampil membacakan puisi.
Meski jago dalam membuat syair puisi, para sastrawan ternyata juga masih kerap demam panggung. "Saya duduk saja, karena saya grogi dan kaki saya gemetaran," seloroh Wayan Jengki Sunarta.
Sementara itu, para peserta workshop juga diberikan kejutan penampilan. Nur Khofifah AKA Vieva yang juga aktivis Taman Inspirasi Sastra Indonesia, ikut membawakan puisi berjudul Hari Kesaktian Pancasila. Dalam pembacaan puisi itu, dia juga mengajak seluruh peserta untuk terlibat menyebut Sila Pancasila.
Narasumber utama, Muhammad Octavianus Masheka juga tak mau kalah. Lelaki berambut gondrong ini tampil membawakan puisi berjudul Kucing saat membuka acara. (ddy/bay)
Editor : Ali Sodiqin