Jawa Pos Radar Banyuwangi – Sempat vakum selama tiga tahun akibat pandemi Covid-19, Banyuwangi Batik Festival (BBF) kembali digelar Jumat (20/10).
Tahun ini event besutan Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerin) Banyuwangi tersebut diselenggarakan di Terminal Pariwisata Terpadu Banyuwangi.
Sekretaris Disnakerin Banyuwangi Sulistyowati mengungkapkan, pelaksanaan Banyuwangi Batik Festival tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya.
”Festival tahun ini bertepatan dengan sepuluh tahun bangkitnya batik Banyuwangi. Karena sudah satu dasawarsa perlu ada yang beda. Partisipasi masyarakat terus kita tingkatkan,” ujarnya, Jumat (20/10).
Sulis menyebut, ajang tersebut diharapkan bisa menarik minat masyarakat untuk membeli batik khas Banyuwangi.
”Tujuan dari kegiatan ini yakni meningkatkan omzet para perajin batik. Kami hadirkan kurang lebih 40 perajin batik,” jelasnya.
Banyuwangi Batik Festival 2023 tahun ini mengusung tema ”Sembruk Cacing”. Makna dari motif tersebut yakni kesuburan dan kesejahteraan bagi seluruh perajin batik dan masyarakat Banyuwangi.
BBF kali ini juga dimeriahkan dengan lomba mencanting, fashion pedestrian, hingga talk show.
Ratusan siswa SD tampak antusias mengunjungi Banyuwangi Batik Festival. Dengan menyaksikan event ini, siswa bisa mengetahui jenis-jenis batik yang ada di kabupaten the Sunrise of Java.
”Tujuannya biar anak bisa tahu batik Banyuwangi mulai desain sepuluh tahun yang lalu. Dengan demikian, siswa dapat mengenal batik khas daerah,” pungkas Sulistyowati. (rei/aif/c1)
Editor : Ali Sodiqin