Jawa Pos Radar Banyuwangi – Panitia Liga Puisi 3 terus mematangkan kesiapan event yang digelar untuk memperingati Bulan Bahasa tersebut.
Bukan hanya berkenaan dengan kesiapan tempat dan sarana-prasarana pendukung, Jumat (13/10) dewan juri merumuskan detail poin-poin penilaian lomba.
Dewan juri yang terdiri dari unsur budayawan, sastrawan, akademisi, dan jurnalis itu ingin juara dari ajang Liga Puisi benar-benar mumpuni.
Karena itu, beberapa indikator yang digunakan dalam lomba juga akan disesuaikan dengan tingkatan pendidikan peserta, mulai dari SD/sederajat, SMP/sederajat, SMA/sederajat, hingga kategori guru.
”Pelaksanaan Liga Puisi ini sudah memasuki edisi ketiga, kami ingin nanti juaranya benar-benar berkualitas,” kata Muhamad Iqbal Baraas, salah satu dewan juri.
Karena itu, penyamaan persepsi dari keenam dewan juri Liga Puisi 3 sangat diperlukan.
Iqbal juga menegaskan objektivitas dalam menilai kemampuan para peserta akan menjadi modal untuk bisa menghasilkan juara Liga Puisi yang berkualitas.
Juri lainnya, M. Fatah Yasin menambahkan, perbedaan penilaian antarkriteria akan dibuat lebih spesifik.
Untuk jenjang SD, misalnya, penilaian akan menitikberatkan pada kemampuan dan keberanian peserta dalam menampilkan performa saat membacakan naskah puisi yang sudah dipilih.
”Semakin tinggi jenjangnya, indikator yang kami pakai lebih rinci. Untuk jenjang SMA dan guru nanti dibuat sama indikatornya. Kami ingin menghasilkan juara terbaik,” tandasnya. (fre/sgt/c1)
Editor : Ali Sodiqin