Seratus tim tersebut berhak lolos ke tahap selanjutnya, yakni presentasi secara daring alias online.
Sebelumnya, panitia telah melakukan verifikasi lapang pada Sabtu (1/7) hingga Jumat (7/7). Selanjutnya, pihak panitia melakukan verifikasi teknis di lounge kantor Dispertan pada Senin (10/7).
Kepala Bidang Ketahanan Pangan sekaligus Ketua Pelaksana Jagoan Tani 2023 Abdul Halim mengatakan, 100 tim peserta yang lolos ke babak selanjutnya tersebut terpilih berdasar hasil kalkulasi nilai dari proses verifikasi lapang dan verifikasi teknis.
Dikatakan, verifikasi teknis bertujuan untuk menetralkan penilaian yang terlalu subjektif ketika tim juri melakukan verifikasi lapang.
”Dalam penilaian verifikasi teknis, masing-masing bidang melihat keselarasan antara kejadian riil di lapangan dan proposal yang ada,” ujarnya.
Halim mengaku bahwa selama melakukan verifikasi lapang pihaknya dihadapkan pada kendala cuaca yang kurang mendukung.
Hal itu membuat waktu pelaksanaan lebih lama. Namun, kendala tersebut tidak membuat proses penilaian menjadi molor dari rencana yang ditetapkan.
Halim menambahkan, berdasar beberapa pertimbangan, presentasi oleh 100 tim yang telah terpilih diajukan pada Rabu (12/7) sampai Kamis (13/7).
”Maka dari itu, kami minta seluruh tim terpilih agar mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan dengan matang dan memberikan yang terbaik,” pintanya.
Halim menambahkan, 100 tim terpilih tersebut sesuai dengan sub masing-masing bidang. Seperti bidang tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan, peternakan, perikanan, hingga gabungan.
”Dari masing-masing sub-bidang pertanian tersebut, kami umumkan berapa yang lolos per kecamatan,” tandasnya.
Editor : Ali Sodiqin