RadarBanyuwangi.id – ”Jagoan Tani”, ajang besutan Pemkab Banyuwangi segera memasuki babak baru.
Setelah menggelar rapat pleno seleksi proposaal, panitia telah berhasil mengerucutkan peserta menjadi 151 tim dari total 212 tim yang mendaftar.
Setelah tersaring, para peserta Jagoan Tani harus bersiap untuk melakukan verifikasi lapang. Proses verifikasi lapang dijadwalkan pada bulan ini.
Kepala Bidang (Kabid) Ketahanan Pangan Dinas Pertanian dan Pangan (Disperta-Pangan) Abdul Halim mengatakan, dari hasil verifikasi lapang akan kembali disaring hingga ditetapkan menjadi 100 tim terpilih.
”Sebanyak 100 tim tersebut yang akan mengikuti mentoring oleh tim Jagoan Indonesia. Di sana peserta benar-benar berlaga menyampaikan proposal yang dimiliki dan tentu mendapat pembinaan oleh tim yang telah disiapkan,” ujar Halim.
Sekadar diketahui, melalui program Jagoan Tani, pemkab mengajak anak-anak muda Banyuwangi untuk menggeluti bisnis pertanian dengan segala sub-sektornya.
Bukan sekadar mengajak, pemkab juga menyiapkan stimulus modal dengan total mencapai Rp 127,5 juta.
Bupati Ipuk Fiestiandani mengatakan, potensi usaha di sektor pertanian sangat terbuka lebar. Mulai hulu hingga hilir. Hal ini tentunya menjadi peluang usaha yang harus ditangkap para milenial.
Untuk itu, pemkab terus menggeber program Jagoan Tani sebagai upaya melakukan regenerasi petani.
”Kami ajak anak-anak muda agar mau menggeluti bisnis pertanian. Kami siapkan mentor-mentor andal dan berpengalaman, hingga hadiah ratusan juta yang bisa digunakan sebagai modal usaha,” ujar Ipuk.
Sementara itu, sepak terjang para jebolan program ”Jagoan Tani” tidak bisa dipandang sebelah mata.
Contohnya Syva Dila Kharisma. Juara Jagoan Tani 2022 ini berhasil terpilih sebagai Young Ambassador Agriculture 2023 Kementerian Pertanian.
Bukan sekadar gagah-gagahan, usai terpilih sebagai Young Ambassador Agriculture 2023 Kementerian Pertanian, gadis yang akrab disapa Risma itu mengaku kebanjiran order bahkan hingga mancanegara.
”Alhamdulillah, setelah terpilih banyak produk durian lokal Songgon diminati para wisatawan hingga mancanegara. Kami juga dapat kontrak dari outlet luar kota seperti Jakarta dan lainnya,” ujarnya saat bertemu Bupati Ipuk Fiestiandani di Lounge Pelayanan Publik kantor Pemkab Banyuwangi beberapa waktu lalu (12/6).
Risma bercerita, salah satu penilaian penting terpilih sebagai Young Ambassador Agriculture 2023, bukan hanya scale up bisnis Durian Garden Songgon yang dia kelola.
Melainkan juga keterlibatan masyarakat sekitar dalam pengembangan bisnisnya tersebut.
Risma juga turut menjualkan buah-buah hasil panen petani melalui pasar secara online. Jika ditotal ada sekitar seribu pohon durian yang kini diurus oleh Risma dan mitranya di Kecamatan Songgon.
”Yang menjadi poin penilaian bukan hanya aspek bisnis, namun juga apa yang bisa diberikan kepada masyarakat,” tuturnya.
Masih menurut Risma, banyak bekal yang dia dapat dari kompetisi Jagoan Tani untuk berkompetisi dalam Young Ambassador Agriculture.
”Saat ini tugas saya meresonansi anak muda Banyuwangi mengenai peluang yang ada di sektor pertanian. Saya ingin pertanian yang awalnya dipandang sebelah mata, dan berkat pertanian saya bisa menjadi seperti sekarang,” ungkapnya.
Bupati Ipuk mengapresiasi prestasi dan dedikasi Risma dalam mengharumkan nama Banyuwangi di bidang pertanian.
Ia juga mengungkapkan komitmen untuk terus mendukung pemuda Banyuwangi yang berbakat dan memiliki potensi di sektor pertanian.
”Risma adalah bukti bahwa Jagoan Tani bukan kompetisi semata. Program ini memang kami sediakan untuk inkubasi anak muda yang menggeluti sektor pertanian seperti Risma ini,” kata Bupati Ipuk. (sgt/bay/c1)
Editor : Ali Sodiqin