Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Dorong Inovasi dan Kewirausahaan Anak Muda, Program Jagoan Tani Kembali Diluncurkan

Sigit Hariyadi • Rabu, 13 September 2023 | 11:48 WIB
SIMBOLIS: Sekkab Mujiono menyerahkan stimulus modal usaha kepada Juara I Jagoan Tani 2022 di pendapa Sabha Swagata Blambangan. (Dini untuk Radar Banyuwangi)
SIMBOLIS: Sekkab Mujiono menyerahkan stimulus modal usaha kepada Juara I Jagoan Tani 2022 di pendapa Sabha Swagata Blambangan. (Dini untuk Radar Banyuwangi)

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – “Jagoan Tani”, program yang digulirkan Pemkab Banyuwangi untuk mendorong inovasi dan kewirausahaan anak muda di sektor pertanian sekaligus regenerasi petani di Bumi Blambangan segera digeber. Tahap penjaringan peserta bakal dimulai Senin (22/5).

Pendaftaran peserta Jagoan Tani 2023 dibuka selama kurang lebih sebulan. Tepatnya mulai awal pekan depan sampai 20 Juni mendatang.

Sekadar diketahui, program Jagoan Tani yang rutin digeber sejak beberapa tahun terakhir telah menginspirasi banyak petani muda di kabupaten the Sunrise of Java. Potensi-potensi yang selama ini tak dilirik, justru dapat dikelola menjadi sumber penghasilan baru.

Salah satu contohnya adalah Kampung Koi di Dusun Selorejo, Desa Kaligondo, Kecamatan Genteng. Di kampung Selorejo ini, banyak penduduknya yang memiliki hobi merawat ikan koi. Jenis ikan hias yang banyak digandrungi orang itu, dipelihara sekadar sebagai hiasan saja.

Namun, hal itu berubah tatkala pemuda setempat, Lanang Ribowo mengetahui Pemkab Banyuwangi menggelar kompetisi Jagoan Tani 2020. Ia melihat peluang bahwa hobi masyarakat di kampungnya tersebut bisa ditingkatkan menjadi ladang penghasilan.

Dia pun mendaftar sebagai peserta jagoan tani. Dengan mengikuti lomba tersebut, dia bersama tim dapat banyak ilmu termasuk strategi pasar. “Dari sini saya lantas terpikir untuk mencoba memasarkan koi yang selama ini dipelihara masyarakat secara daring (online),” saat bertemu Bupati Ipuk Fiestiandani beberapa waktu lalu.

Sejak itulah masyarakat diperkenalkan dengan beragam metode penjualan. Ada yang menjual ikan per biji, ada pula yang menjual indukan. Namun, yang paling menarik adalah penjualan model lelang untuk ikan koi yang memiliki spesifikasi spesial.

Kini dia merasakan mulai ramai transaksi ikan koi secara daring. Tidak hanya dari wilayah Banyuwangi, tetapi juga daerah sekitar. Bahkan merambah sampai ke pulau Bali. “Alhamdulillah, kini warga mulai banyak yang antusias untuk membudidaya ikan koi. Tidak lagi hanya sebatas peliharaan,” tegasnya.

Cerita keberhasilan juga datang dari Syva Dila Kharisma. Juara Jagoan Tani 2022, ini berhasil menyabet gelar Young Ambassador Agricultulture 2023 Kementerian Pertanian (Kementan) RI.

Sementara itu, Pemkab Banyuwangi kembali menggelar program ”Jagoan Tani” tahun ini. Melalui program ini, pemkab mengajak anak-anak muda Bumi Blambangan untuk menggeluti bisnis pertanian dengan segala subsektornya. Bukan sekadar mengajak, pemkab juga menyiapkan stimulus modal dengan total mencapai Rp 127,5 juta.

Bupati Ipuk Fiestiandani mengatakan, potensi usaha di sektor pertanian sangat terbuka lebar. Mulai hulu hingga hilir. Hal ini tentunya menjadi peluang usaha yang harus ditangkap para milenial.

Untuk itu, pemkab terus menggeber program Jagoan Tani sebagai upaya melakukan regenerasi petani. ”Kami ajak anak-anak muda agar mau menggeluti bisnis pertanian. Kami siapkan mentor-mentor andal dan berpengalaman, hingga hadiah ratusan juta yang bisa digunakan sebagai modal usaha,” ujar Ipuk. (sgt)

Editor : Ali Sodiqin
#kewirausahaan #Regenerasi ##inovasi #jagoan tani