RadarBanyuwangi.id – Salah satu program andalan Pemkab Banyuwangi, Jagoan Tani, memasuki babak penting. Sebanyak 33 tim mempresentasikan rintisan bisnis di hadapan dewan juri kemarin (21/7).
Sesi pitching yang digelar di Pendapa Sabha Swagata Blambangan tersebut dilakukan untuk menyaring sepuluh tim terbaik.
Pada tahap ini seluruh tim menyampaikan gagasan usahanya secara singkat dan matang disaksikan langsung oleh dewan juri dari berbagai elemen. Antara lain fasilitator dari tim Jagoan Tani Indonesia, akademisi dan praktisi, hingga jurnalis.
Selain mempresentasikan rintisan bisnisnya, 33 tim peserta juga mendapat pendampingan (mentoring) secara luring (offline) dari pihak-pihak berkompeten.
Kegiatan mentoring dilakukan selama dua hari. Hari pertama dilaksanakan di Daipoeng Sawahan, Desa Watukebo, Kecamatan Blimbingsari, pada Kamis (20/7). Sedangkan mentoring hari kedua digelar di Pendapa Sabha Swagata Blambangan Banyuwangi.
Bupati Ipuk Fiestiandani hadir langsung dalam kegiatan ini. Dia mengaku bangga kepada para tim peserta Jagoan Tani yang telah lolos. Dia juga memberikan dukungan kepada seluruh peserta yang tengah berkompetisi.
Ipuk mengatakan, program Jagoan Tani yang dikembangkan oleh pemkab melalui Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) tersebut diharapkan dapat membawa dampak baik dan perubahan besar bagi seluruh sektor pertanian dan segala subsektornya.
Dia juga meminta seluruh generasi muda agar bisa mengembangkan kemampuan pertaniannya dengan baik sehingga dapat memberikan kontribusi nyata bagi Banyuwangi.
”Program Jagoan Tani ini diluncurkan tidak hanya untuk mencari pemenang. Namun lebih dari itu, saya sangat berharap melalui kegiatan ini banyak ditemukan bibit unggul dari sektor pertanian. Harapannya tentu mereka bisa menjadi pionir untuk mengembangkan usaha dalam sektor pertanian yang ada di Banyuwangi,” ujarnya.
Ketua Pelaksana Program Jagoan Tani 2023 Abdul Halim menjelaskan, mentoring hari kedua kemarin sekaligus dirangkai dengan kegiatan pitching atau penyampaian ide rintisan usaha di hadapan dewan juri dan disaksikan oleh tim fasilitator yang sebelumnya telah memberikan materi pada mentoring hari pertama.
Nilai yang didapat masing-masing tim dari kegiatan pitching tersebut diakumulasikan dan menjadi nilai penunjang setelah dewan juri melakukan kegiatan verifikasi lapang yang akan dilaksanakan pada Agustus mendatang.
”Dari kegiatan ini, dewan juri tentu telah menyiapkan 10 kandidat yang akan lolos graduation. Namun sebelum itu, tentu harus ada verifikasi lapang yang menjadi penentu. Jika verifikasi lapang yang dilakukan dengan penyampaian rincian bisnisnya sesuai, kemungkinan besar im tersebut layak untuk menjadi 10 besar tim terbaik,” tandasnya.
Sebagaimana diketahui, Pemkab Banyuwangi kembali menggelar program "Jagoan Tani". Anak Muda diajak menggeluti bisnis pertanian dengan segala subsektornya. Hadiah Rp 127,5 juta disediakan bagi para kandidat terpilih sebagai stimulus modal usaha.
Sejumlah mentor dihadirkan untuk berbagi ilmu pengetahuan untuk anak muda Banyuwangi terkait konsep bisnis pertanian modern. Ada akademisi hingga praktisi.
Di antaranya Prof Mangku Purnomo (Dekan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Dias Satria (Founder Jagoan Indonesia), Piknikhub Agung Nur Irfan, Partnership Manajer E-Fishery Asmi Kopi, dan Priyandaru Agung selaku Sr Manager Research and Validation E-Fishery.
Founder Aies Coffee David Setionegoro, Founder Askara Daulat Desa Rahmad Hardiyanto, Agripreneur Jawa Timur serta Ahmed Tessario, CEO PT Sirtanio Organik Indonesia.
Yakni produsen beras organik asli Banyuwangi yang produknya telah menembus pasar ekspor ke Italia dan Afrika Selatan. (tar/sgt/c1)
Editor : Ali Sodiqin