Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Pesta Rakyat Kopi Gombengsari Angkat Potensi Desa, Pertahankan Kebun Kopi Rakyat

Ayu Lestari • Senin, 14 Agustus 2023 | 17:00 WIB
HASIL PETANI LOKAL: Bupati Ipuk Fiestiandani didampingi Plt Kepala Dispertan Ilham Juanda (kiri) menyaksikan praktik penyajian kopi di Desa Gombengsari, Kecamatan Kalipuro, Minggu (13/8).
HASIL PETANI LOKAL: Bupati Ipuk Fiestiandani didampingi Plt Kepala Dispertan Ilham Juanda (kiri) menyaksikan praktik penyajian kopi di Desa Gombengsari, Kecamatan Kalipuro, Minggu (13/8).

RadarBanyuwangi.id – Puncak kegiatan Pesta Rakyat Kopi Gombengsari, Kalipuro, Banyuwangi, berlangsung meriah, Minggu (13/8).

Ratusan, bahkan ribuan orang tumplek-blek memadati arena kegiatan yang masuk kalender Banyuwangi Festival (B-Fest) 2023 tersebut.

Tak sekadar nikmatnya kopi Gombengsari, event yang digelar selama sepekan ini juga juga menawarkan beragam keseruan yang berkaitan dengan dunia perkopian.

Mulai jalan sehat lintas kebun kopi, lomba pemandu wisata, lomba barista (Lubarco), lomba video, lomba tumbuk kopi, bursa kopi, dan lain sebagainya.

Pesta Rakyat Kopi Gombengsari digelar sejak Selasa (8/8) hingga Minggu (13/8). Bupati Ipuk Fiestiandani hadir langsung pada puncak acara yang dilangsungkan di Lapangan Kacangan, Desa Gombengsari, Kecamatan Kalipuro tersebut.

Sekadar diketahui, Desa Gombengsari merupakan salah satu sentra penghasil kopi di Banyuwangi. Luas lahan perkebunan kopi di desa ini mencapai kurang lebih 850 hektare (ha).

Berada di ketinggian antara 450 hingga 600 meter dari permukaan laut (dpl), lahan-lahan itu menghasilkan kopi robusta berkualitas sebanyak 700 ton setiap tahun. Sebagian dari jumlah itu merupakan kopi yang dibudidayakan secara organik.

Untuk mendorong pertanian di Gombengsari, Bupati Ipuk Fiestiandani yang hadir di Pesta Rakyat Kopi Gombengsari tersebut menyerahkan bantuan 4 ribu batang bibit kopi robusta kepada gabungan kelompok tani desa setempat.

“Kopi di Banyuwangi bukan hanya soal produksi, tapi bagaimana cara mempertahankan kebun kopi rakyat. Saya ingin kebun kopi rakyat di Banyuwangi lestari. Semoga bantuan bibit dari kami akan memberi banyak manfaat,” ujarnya.

Ipuk mengatakan pengembangan potensi pertanian lokal menjadi prioritas Pemkab Banyuwangi. Pertanian kopi menjadi bagian di antaranya.

Tidak hanya menyerahkan bantuan bibit kopi, Bupati Ipuk juga turut meramaikan event Pesta Rakyat Kopi Gombengsari hasil kerja bareng Pemkab Banyuwangi bersama masyarakat Desa Gombengsari tersebut.

Orang nomor satu di jajaran Pemkab Banyuwangi, itu mengikuti rangkaian pemrosesan kopi rakyat. Mulai memetik, memilah, menjemur, menyangrai, hingga menyeduh kopi robusta produksi petani setempat.

Proses pengolahan kopi dalam pesta rakyat itu dilakukan dengan dua cara, yakni tradisional dan modern. 

Proses tradisional ditampilkan dengan alat-alat tempo dulu. Misalnya, proses menumbuk biji kopi menggunakan lesung dan alu sedangkan proses sangrai menggunakan kayu bakar.

Selain itu, Ipuk juga turut memerah susu kambing etrtawa, salah satu komoditas peternakan unggulan Desa Gombengsari.

Ipuk mengatakan, Gombengsari merupakan salah satu daerah penghasil kopi robusta terbesar di Banyuwangi. Mayoritas kopi dihasilkan dari perkebunan rakyat.

“Kami mengadakan festival ini sebagai upaya membantu desa untuk mempromosikan kopi setempat,” kata dia.

Ipuk juga berpesan kepada para petani kopi setempat agar mempertahankan lahan perkebunan mereka. (tar/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
#pesta rakyat #robusta #Petani #Gombengsari #Ipuk Fiestiandani #Banyuwangi Festival #kopi