Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Festival Sepekan Tamansuruh Ditutup Pembagian Simbolis 5.000 Bibit Pohon ke 18 Desa

Gareta Yoga Eka Wardani • Sabtu, 22 Juli 2023 | 16:30 WIB
SIAP DIBAGIKAN: 5.000 bibit tanaman tertata rapi di E-Park GOR Tawangalun Banyuwangi. Ribuan bibit tanaman tersebut bakal dibagikan pada acara penutupan Sepekan Tamansuruh.
SIAP DIBAGIKAN: 5.000 bibit tanaman tertata rapi di E-Park GOR Tawangalun Banyuwangi. Ribuan bibit tanaman tersebut bakal dibagikan pada acara penutupan Sepekan Tamansuruh.

RadarBanyuwangi.id – Pemkab Banyuwangi melalui Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya Perumahan dan Permukiman (PU-CKPP) bakal membagikan 5.000 bibit tanaman kepada 18 desa di Kecamatan Licin, Giri, dan Glagah.

Penyerahan ribuan bibit tanaman tersebut akan dilakukan pada penutupan Festival Sepekan di Tamansuruh. Festival Sepekan Tamansuruh digelar mulai 16 Juli hingga Minggu besok (23/7).

Event yang masuk dalam kalender Banyuwangi Festival (B-Fest) itu menyuguhkan berbagai atraksi dan budaya lokal yang lestari hingga kini.

Kepala Bidang (Kabid) Penataan Ruang pada Dinas PU-CKPP Bayu Hadiyanto mengatakan, penutupan Sepekan di Tamansuruh akan digelar di kawasan jogging track Tamansuruh, Kecamatan Glagah.

Dalam acara tersebut secara simbolis akan dilakukan penyerahan 5.000 bibit tanaman kepada 18 desa di Kecamatan Licin, Giri, dan Glagah. Ribuan bibit tersebut terdiri dari tanaman kopi, asam, nangka, glodokan tiang, dan sirsak.

”Bibit-bibit tanaman tersebut akan diserahkan secara simbolis kepada enam kepala desa (kades). Untuk desa yang lain dapat menghubungi kami untuk diambil secara mandiri di E-Park Gedung Olahraga (GOR) Tawangalun atau kami antarkan. Sehingga, bisa dilakukan penanaman secara bersamaan atau kerja bakti di desa masing-masing. Hasil monitoringnya disampaikan ke kami,” ujar Bayu, Jumat (21/7).

Bayu menuturkan, bibit tanaman akan diserahkan oleh Bupati Ipuk Fiestiandani. Penyerahan bibit tersebut merupakan perwujudan dari penetapan Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 8 Tahun 2023 tentang Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kawasan Glagah dan Giri Tahun 2023–2043.

Kegiatan tersebut juga bertujuan untuk penataan fungsi kawasan berdasarkan RDTR yang ditetapkan sebagai fungsi kawasan berbasis lingkungan berkelanjutan.

”Sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 80 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Selingkar Ijen. Harapan kami pembangunan kawasan Glagah dan Giri berwawasan lingkungan. Jadi, dengan RDTR itu kami mendukung pariwisata, tapi yang berbasis lingkungan,” imbuhnya.

Bayu menyebut, target utama penanaman ribuan bibit tanaman tersebut yakni sempadan sungai dan sempadan jalan. Dengan demikian, penanaman tanaman tersebut dapat memberikan multiplier effect, baik dari segi ayoman, konservasi, maupun ekonomi.

Bayu menjelaskan, tanaman yang diberikan merupakan jenis tanaman yang berkambium dan berdahan kuat sehingga bisa menjadi tanaman konservasi di sempadan.

”Kalau di sempadan jalan berfungsi sebagai tanaman ayoman. Sedangkan kalau di sempadan sungai bisa sebagai tanaman konservasi,” jelasnya.

Jika berbuah, imbuh Bayu, tanaman tersebut bisa memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Masyarakat bisa mengambil buah tersebut. Meski buahnya dapat diambil oleh warga, namun pohonnya tidak boleh ditebang sembarangan.

”Izin tebang pohon harus sepengetahuan pemerintah karena lahan yang digunakan adalah sempadan. Kalau di sempadan jalan izinnya ke Dinas PU-CKPP, kalau sempadan sungai kepada Dinas PU Pengairan,” pungkasnya. (rei/sgt/c1)

Editor : Ali Sodiqin
#bibit #buah #sempadan #Penghijauan #pariwisata #Kerja Bakti #tanaman #ekonomi #pohon