Tim dari Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) menyimak presentasi dari para peserta secara virtual.
Masing-masing peserta terdiri dari tiga orang yang mengikuti penilaian secara daring dipandu oleh tim Dispertan.
Mulai tim bidang tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan, peternakan, perikanan, dan bidang gabungan.
Selama presentasi, peserta menyampaikan profil usaha yang dijalani serta menampilkan slide materi pendukung atau lokasi usaha yang dijalankan.
”Masing-masing tim peserta kami berikan waktu selama tujuh menit.
Tiga sampai empat menit presentasi, sedangkan sisanya untuk tanya jawab oleh juri,” ujar Kepala Bidang Ketahanan Pangan Sekaligus Ketua Pelaksana Jagoan Tani 2023 Abdul Halim.
Penilaian 100 tim Jagoan Tani yang dilakukan selama dua hari hingga hari ini (13/7) meliputi beberapa aspek.
Di antaranya kreativitas atau inovasi, tingkat penerapan IT, keberlanjutan, ekonomi, dan penguasaan materi atau pemaparan.
”Setelah tahap penilaian 100 tim selesai, kami akan menentukan peserta yang lolos untuk masuk ke 33 besar.
Tim yang lolos 33 besar akan memaparkan materi secara offline bersama dengan tim Jagoan Tani Indonesia,” kata Halim.
Halim menambahkan, Pemkab Banyuwangi melalui Dispertan menggelar program Jagoan Tani untuk memfasilitasi anak-anak muda daerah mengembangkan ekonomi kreatif dengan pendekatan digitalisasi.
Dengan demikian, pelaku ekonomi kreatif kian mahir teknologi.
”Kami mendatangkan para mentor dan praktisi yang berpengalaman di bidangnya. Peran pemuda sangat dibutuhkan, utamanya kreativitas dan teknologi untuk mendorong ekonomi terus bergerak,” tandasnya.
Editor : Syaifuddin Mahmud