RadarBanyuwangi.id – Pameran arsitektur dalam rangkaian Festival Arsitektur Nusantara (FAN) 2023 betul-betul menyedot animo warga. Hingga Jumat (30/6) lalu, ratusan pengunjung datang untuk menyaksikan pameran yang digelar di Gedung Juang Banyuwangi tersebut.
Tidak hanya dari seantero Bumi Blambangan, tidak sedikit warga luar Banyuwangi yang datang untuk menyaksikan pameran kali ini. Bahkan, ada pengunjung yang berasal dari luar Jatim, tepatnya dari Bandung, Jawa Barat (Jabar).
Sebagaimana diketahui, awalnya pameran arsitektur direncanakan ”hanya” digelar selama tiga hari, yakni sejak Kamis (22/6) hingga Sabtu (24/6). Namun, lantaran ada masukan dan permintaan dari sejumlah pihak, maka pameran arsitektur diperpanjang hingga Sabtu (8/7) mendatang.
Pasca diperpanjang selama sepekan, ratusan pengunjung tercatat menghadiri pameran arsitektur. Berdasar data pihak panitia, ada 254 pengunjung yang mengunjungi pameran sejak Minggu (25/6) hingga Rabu (28/6).
Resepsionis pameran arsitektur Vanessa Ayda Fitri Savira mengatakan, animo masyarakat untuk hadir ke pameran masih cukup tinggi. Hal itu dapat dilihat dari nama yang tercatat dalam buku tamu.
Pengunjung yang datang pada umumnya memilih hadir pada malam hari. Rata-rata masyarakat yang datang saat siang hari ”hanya” sekitar 20 sampai 30 orang. Sedangkan saat malam bisa mencapai hingga ratusan orang. ”Pengunjung yang datang dari berbagai daerah. Tercatat yang paling jauh berasal dari Bandung,” ujar Vanessa, Jumat (30/6).
Tidak bisa dimungkiri bahwa pameran arsitektur tersebut mampu menarik perhatian masyarakat luas. Lantaran pameran yang mengusung dunia arsitektur ini dinilai sebagai hal baru bagi masyarakat. Terlebih, pameran ini juga memiliki nilai edukasi berkaitan dunia arsitektur.
Salah satu pengunjung, Sofia Salsabila mengaku tertarik datang ke pameran karena ingin melihat secara langsung karya arsitektur yang ditampilkan. Dia mengaku tertarik dengan miniatur bandara di Indonesia. ”Sangat menarik. Meski belum bisa datang langsung ke lokasi bandara, tetapi kami mengetahui bentuk bangunan bandara dari miniatur di pameran arsitektur ini,” katanya.
Sofia berharap, kegiatan pameran arsitektur dapat digelar tiap tahun. Selain memberi edukasi baru terkait dunia arsitektur, juga dapat mengenalkan tentang berbagai desain bangunan ikonik di Indonesia kepada masyarakat. (rei/sgt/c1)
Editor : Ali Sodiqin