Pendapa kebanggaan masyarakat Banyuwangi, itu bakal menjadi salah satu venue pameran FAN 2023. Selain pendapa, pameran juga digelar di Gedung Juang Banyuwangi.
Kedua lokasi tersebut kini tengah dipermak. Mulai dekorasi, instalasi, serta penataan panel untuk pameran. Persiapan di Gedung Juang secara fisik telah mencapai 70 persen.
Sedangkan persiapan di pendapa Sabha Swagata Blambangan baru dimulai kemarin. Perbaikan di kompleks pendapa salah satunya menyasar lantai kayu. Selain itu, pemasangan instalasi pameran pun mulai dilakukan.
Panitia FAN 2023 Meylia Maharani membenarkan jadwal instalasi pameran di Pendapa Sabha Swagata Blambangan telah dimulai. Sejumlah tukang dikerahkan untuk mempercepat penyelesaian persiapan pameran di Pendapa Sabha Swagata Blambangan. “Hari ini (kemarin) adalah jadwal untuk instal pameran di pendapa,” ujar wanita yang karib disapa Meli tersebut.
Selain perbaikan lantai kayu agar tampak baru dan mulai pemasangan instalasi, sejumlah materi pameran telah sampai di pendapa Sabha Swagata Blambangan. Materi tersebut berasal dari Jakarta dan Surabaya. “Beberapa materi pameran sudah datang di pendapa dan Gedung Juang. Untuk di pendapa ada 48 materi pameran yang datang,” kata Meli.
Sekadar diketahui, pameran di Gedung Juang mengangkat tema tentang “Bandara dan Aga Khan”. Sedangkan pameran di pendapa mengangkat tema “Banyuwangi di Masa Depan”.
Sejumlah 48 karya akan ditampilkan dalam pameran tersebut. Puluhan karya itu berasal dari arsitektur kondang seperti Yori Antar, Denny Gondo, Adi Purnomo, Andra Martin, dan Almarhum Djuhara. Selain itu, karya lain juga akan ditampilkan yang berasal dari Domma Studio dan Arsitek Muda Banyuwangi.
Yori Antar mengunggulkan karya tentang Inggrisan dan Djawatan. Domma Studio menampilkan tentang Stasiun Kereta Api. Sedangkan Studio Air Putih dari Denny Gondo menampilkan museum kereta api.
Selanjutnya, karya tentang museum air akan dipertunjukkan oleh Adi Purnomo. Ada karya dari Almarhum Djuhara yang ditampilkan adalah Marina Boom. Studio Andra Martin menampilkan terminal pariwisata dan kantor Jawa Pos Radar Banyuwangi. Tak kalah keren, para arsitek muda Banyuwangi (AMB) turut menampilkan beberapa karyanya. “Selain persiapan di kedua tempat tersebut, juga digelar latihan kedua 200 penari gandrung kolosal di Lapangan Watukebo, Kecamatan Blimbingsari,” pungkasnya. (rei/sgt)
Editor : Syaifuddin Mahmud