Kedatangan Menpan-RB disambut Presiden ArtOs Nusantara Imam Maskun, kurator lukisan I Wayan Seriyoga Parta, dan Samsudin Adlawi. Begitu turun dari mobil, Anas berjalan menuju ruang pamer. Di sana sudah menunggu tokoh-tokoh seni rupa nasional. Ada kolektor lukisan sekaligus pemilik Museum OHD Magelang Oei Hang Djien (OHD), Dr Willy Himawan SSn MSn (Kaprodi Magister Seni Rupa FSRD ITB), dan budayawan terkemuka Nirwan Dewanto.
Anas mengagumi karya lukis yang dipamerkan. Berkali-kali, dia memberikan apresiasi atas terselenggaranya pameran ArtOs Nusantara. ”Keren sekali lukisannya. Tempat pameran juga bagus dengan memanfaatkan gedung tua Marina Boom,’’ ujar Anas.
Usai melihat lukisan, Anas didaulat memberikan wejangan kepada para perupa. Sore itu memang digelar talk show seputar seni rupa dan kelanjutan pameran AtsOs Nusantara ke depan. Menpan-RB mengatakan, pameran di Marina Boom sangat inspiratif dan patut mendapat apresiasi setinggi mungkin. ”Bagi para pencinta seni, lukisan yang dipajang tidak cukup hanya dinikmati sesaat. Butuh beberapa waktu sehingga bisa mencerna mahakarya yang ditampilkan,” ujarnya.
Menurut Anas, pameran tersebut merupakan salah satu bentuk apresiasi kepada seluruh pelaku seni di Banyuwangi. Selain itu, pameran ArtOs Nusantara diharapkan bisa masuk sebagai salah satu arsip daerah yang harus dijaga, sehingga bisa mengenang dan memberikan penghargaan terhadap masa kini hingga masa depan.
”Saya waktu itu pernah memberikan instruksi kepada para seniman untuk melukis ulang beberapa kejadian unik menjadi arsip daerah. Dari situ kita bisa mengingat suatu kejadian di masa lampau,” tutur Anas.
Selain memberikan apresiasi dan dukungan terhadap kegiatan ArtOs Nusantara, Menpan-RB menyebut lokasi pameran sekarang jauh lebih berkembang baik dan bersih dari tumpukan sampah. ”Dulu Pantai Boom memang tergolong masih sangat kotor. Bersyukur saat ini banyak perkembangan pesat sehingga masyarakat bisa menikmati keindahan dengan baik dan tentu harus merawatnya,” pungkasnya.
Selain talk show, rangkaian pameran juga diisi workshop seni rupa, termasuk mural dengan narasumber Anagard, seorang seniman yang tergabung dalam Yogya Street Art. Di depan puluhan siswa, Anagard memberikan kiat-kiat membuat grafiti sederhana menggunakan menggunakan teknik stensil. ”Stensil merupakan teknik dalam mural seni publik,” ujarnya. (aif/c1)
Editor : Gerda Sukarno Prayudha