Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

72 Peserta Ikuti Pembekalan Survei Konsumsi Berbasis PPH

Syaifuddin Mahmud • Kamis, 18 Mei 2023 | 17:00 WIB
PRAKTIK: Peserta kegiatan PPH hari kedua melakukan penimbangan kebutuhan makanan di Rumah Osing Dispertan Banyuwangi, Selasa (16/5). (Ayu Lestari/Radar Banyuwangi)
PRAKTIK: Peserta kegiatan PPH hari kedua melakukan penimbangan kebutuhan makanan di Rumah Osing Dispertan Banyuwangi, Selasa (16/5). (Ayu Lestari/Radar Banyuwangi)
BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Pembekalan survei konsumsi berbasis pola pangan harapan (PPH) Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) memasuki hari kedua, Selasa (16/5). Kegiatan tersebut merupakan salah satu program peningkatan diversifikasi dan ketahanan pangan masyarakat yang diampu oleh bidang ketahanan pangan.

Sebanyak 72 peserta perwakilan dari 12 kecamatan mengikuti kegiatan yang diselenggarakan di aula dan Rumah Osing kantor Dispertan itu. Mereka terdiri dari unsur Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), kader posyandu, karang taruna, hingga penyuluh Dispertan Banyuwangi.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dispertan Ilham Juanda mengatakan, pola pangan harapan (PPH) atau desirable dietary pattern (DDP) adalah susunan keragaman pangan yang didasarkan pada sumbangan energi dari kelompok pangan utama pada tingkat ketersediaan maupun konsumsi pangan.

PPH merupakan instrumen untuk menilai situasi konsumsi pangan wilayah yang dapat digunakan untuk menyusun perencanaan kebutuhan konsumsi pangan ke depan, dengan mempertimbangkan aspek sosial, ekonomi, budaya dan preferensi konsumsi pangan masyarakat.

”Selain itu, PPH juga dapat dijadikan acuan untuk menentukan sasaran dalam perencanaan dan evaluasi penyediaan khususnya produksi pangan. Oleh karena itu, pelatihan ini sangat penting untuk pengambilan tindakan ke depannya agar mendapat intervensi yang tepat,” ujar Ilham.

Kepala Bidang (Kabid) Pertahanan Pangan Abdul Halim mengungkapkan, sebelum menyampaikan materi lebih jauh, pihaknya memberi gambaran umum mengenai pola pangan harapan (PPH) tersebut. Selanjutnya peserta diajak untuk praktik mengenal seperti apa pola pangan yang berimbang dan bergizi. ”Takaran yang dimaksud tentu berdasarkan indikator yang sudah ditentukan parameternya dan menggunakan alat yang telah disediakan,” tuturnya.

Halim mengaku bersyukur pemerintah daerah melalui Dispertan dapat menyelenggarakan kegiatan survei masalah konsumsi berbasis PPH tersebut. Kegiatan ini tentu bermanfaat untuk mengetahui seberapa jauh konsumsi pangan masyarakat, terutama mengetahui apakah konsumsi masyarakat telah masuk kategori berimbang.

”Misalnya terkait dengan protein, mineral, kebutuhan sayur atau buah akan diketahui dan bisa diintervensi sehingga harapannya mendapat hasil yang tepat. Program ini juga salah satu bentuk upaya untuk membantu penanganan permasalahan tengkes (stunting) di Banyuwangi,” jelasnya.

Halim menambahkan, dari setiap kecamatan dipilih tiga desa yang mewakili secara purposive. Sampling yang diambil mewakili tiga wilayah yakni pesisir, pegunungan, dan perkotaan. ”Karena sejauh ini, yang kami ketahui masyarakat Banyuwangi lebih dari 50 persen hanya fokus mengonsumsi karbohidrat dari nasi saja,” kata dia.

Peserta pelatihan PPH dari Kecamatan Rogojampi, Fina Innama mengaku, dirinya baru pertama kali mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, materi yang disampaikan sangat bermanfaat. ”Setelah survei dan mendapatkan hasil nantinya akan lebih jelas sebenarnya mayoritas masyarakat Banyuwangi lebih banyak mengonsumsi apa dan kurangnya apa. Kami juga tentunya terus memahami materi sehingga bisa menularkan kepada masyarakat sekitar,” tandasnya. (tar/sgt/c1) Editor : Syaifuddin Mahmud
#dinas pertanian dan pangan #pelatihan #Survei Konsumsi #pangan