Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Bupati Sambut Positif Hasil Rekomendasi Susur Sungai Kalilo 

Syaifuddin Mahmud • Jumat, 5 Mei 2023 | 00:37 WIB
PAPARKAN HASIL EKSPEDISI: Bupati Ipuk Fiestiandani mendengarkan paparan hasil rekomendasi yang disampaikan tim ekspedisi Susur Sungai Kalilo di ruang kerja bupati, Rabu (3/5). (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
PAPARKAN HASIL EKSPEDISI: Bupati Ipuk Fiestiandani mendengarkan paparan hasil rekomendasi yang disampaikan tim ekspedisi Susur Sungai Kalilo di ruang kerja bupati, Rabu (3/5). (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyambut positif hasil ekspedisi Susur Sungai Kalilo (Susuka) yang berlangsung pada 20 sampai 26 Februari lalu. Dari sepuluh rekomendasi yang disampaikan tim Susuka akan segera ditindaklanjuti oleh Pemkab Banyuwangi.

Di antara poin penting dalam rekomendasi tersebut adalah menjadikan Kalilo sebagai destinasi wisata sungai dan melakukan normalisasi Kalilo secara rutin. Bupati juga sepakat setiap rumah yang berada di pinggir Kalilo dihadapkan ke sungai.

”Rekomendasinya sangat bagus dan siap kita tindak lanjuti. Bukan hanya pemerintah daerah, masyarakat juga harus mendukung kebersihan Kalilo agar tidak menjadi penyebab terjadinya bencana banjir,” ujar Bupati Ipuk usai mendengarkan paparan hasil ekspedisi Susuka di ruang kerjanya kantor Pemkab Banyuwangi kemarin (3/5).

Paparan hasil ekspedisi disampaikan oleh Ketua Tim Susuka Syaifuddin Mahmud. Turut hadir dalam paparan selama 30 menit tersebut, Kepala Dinas PU Pengairan Guntur Priambodo, Kadis Kominfo dan Persandian Budi Santoso, Direktur Jawa Pos Radar Banyuwangi Samsudin Adlawi didampingi General Manager Bayu Saksono, serta perwakilan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan BPBD.

Di hadapan Ipuk, tim Susuka memberikan gambaran terkait temuan di lapangan selama sepekan melakukan ekspedisi di sepanjang Kalilo. Mulai dari kondisi endapan parah di muara Kalilo di Lingkungan Kampung Ujung, Kelurahan Kepatihan. Selanjutnya penyempitan sungai akibat padatnya permukiman di Panderejo hingga kebiasaan buruk membuang sampah sembarangan.

Ketua Tim Susuka Syaifudin Mahmud mengatakan, ada tujuh etape yang ditelusuri oleh tim Susur Sungai Kalilo. Etape-etape tersebut merupakan bagian dari Sungai Kalilo ditambah satu etape tambahan dengan memeriksa kondisi di hulu Sungai Kalilo, yaitu di area Gantasan, Desa Tamansari.

Ekspedisi tersebut menghasilkan sepuluh rekomendasi terkait penanganan Kalilo. Sepuluh rekomendasi tersebut di antaranya berisi perubahan wajah Kalilo menjadi tempat wisata sungai, normalisasi sungai secara rutin, peninggian tangkis sungai, dan perbaikan tangkis secara rutin. Selanjutnya pembangunan anjungan sebagai tempat jogging track, perubahan posisi rumah warga yang dibuat menghadap ke sungai, hingga menyadarkan masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan.

Ke depan juga akan ada langkah lanjutan dengan menyiapkan reboisasi 10 ribu pohon di beberapa aliran sungai di hulu Kalilo. ”Susur sungai diawali dengan empati kami terhadap banjir yang terjadi di Banyuwangi. Kami berharap, setelah rekomendasi ini dijalankan, tidak ada lagi banjir di wilayah Banyuwangi,” kata Syaifuddin.

Bupati Ipuk mengatakan, pemaparan hasil tim ekspedisi Susuka memberikan gambaran detail terkait permasalahan Kalilo. Tak hanya asumsi seputar sampah atau penggundulan, namun lebih rinci hingga ke masalah sosiokultur masyarakat. ”Dari sini kita melihat, masalah Kalilo tidak bisa hanya dikerjakan pemerintah. Ada banyak pihak yang harus terlibat untuk mengubah Kalilo,” kata Ipuk.

Dia menambahkan, sungai di beberapa daerah selama ini dianggap sebagai wajah yang menunjukan bagaimana ciri khas daerah tersebut. Untuk mengubah sungai, Ipuk meyakini tidak hanya cukup dilakukan dengan pembangunan, tapi juga edukasi kepada masayrakat. ”Kami berharap bisa mewujudkan rekomendasi-rekomendasi yang ada. Tidak ada yang tidak mungkin, asalkan semua pihak mendukung,” kata Ipuk.

Pemerintah sudah mengeksekusi beberapa bagian dari rekomendasi seperti melaksanakan normalisasi sungai. Termasuk melakukan teguran keras kepada pihak perkebunan di wilayah hulu agar tidak melakukan penebangan pohon-pohon besar yang selama ini menjadi penyerap air. ”Rekomendasi yang ada sangat komprehensif. Perlahan, kita optimistis Kalilo akan bisa menjadi destinasi yang indah,” ujar Ipuk.

Kepala Dinas PU Pengairan Banyuwangi Guntur Priambodo mengatakan, pihaknya akan menjalankan rekomendasi secara bertahap. Sesuai dengan urutan dalam rekomendasi tersebut, Guntur melihat penataan Kalilo dari hulu sampai muara memerlukan kerja sama dan kolaborasi dari berbagai pihak. Artinya, diperlukan sebuah ekosistem untuk mengubah mindset masyarakat tentang Kalilo.

Tidak hanya pemerintah, tapi juga semua pihak yang bersinggungan dan tinggal di sekitar daerah aliran sungai dan catchment area (daerah tangkapan air, Red). ”Secara bertahap, rekomendasi akan kita eksekusi. Seperti yang disampaikan bupati, butuh waktu yang panjang dan berkesinambungan untuk bisa menata Kalilo,” kata Guntur.

Di sesi tanya jawab, Direktur Jawa Pos Radar Banyuwangi Samsudin Adlawi mengusulkan kepada Bupati Ipuk agar ekspedisi Susuka yang ditulis bersambung di Radar Banyuwangi bisa dibukukan. Harapannya bisa menjadi referensi ketika sejumlah pihak membahas seputar Kalilo dari hulu sampai hilir. Usulan tersebut disambut positif oleh Bupati Ipuk. ”Soal penulisan dalam bentuk buku bisa berhubungan langsung dengan Dinas Kominfo. Prinsipnya kami mendukung langkah baik tersebut,” kata Ipuk. (fre/aif/c1) Editor : Syaifuddin Mahmud
#Dinas PU #Susuka #dinas pengairan #DLH #susur sungai #Kalilo