Pondok Ramadan yang digelar di kantor JP-RaBa, Gedung Grha Pena tersebut dimulai sejak pukul 08.00 pagi. Kegiatan diawali dengan salat Duha berjemaah yang dirangkai istighosah. Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan pemberian santunan kepada anak yatim dan penyampaian materi oleh dai cilik MIN 1 Banyuwangi.
Setelah itu, para peserta dibekali materi bijak bermedia sosial dan ilmu jurnalistik singkat tentang fotografi oleh awak redaksi JP-RaBa Ayu Lestari. Acara berlangsung meriah diselingi dengan pembagian buku kepada para siswa dan guru yang berhasil menjawab pertanyaan maupun bertanya kepada pemateri.
Kepala MIN 1 Banyuwangi Moh. Haris Jamroni mengaku bangga karena anak didiknya yang berasal dari madrasah bisa turut serta menjadi peserta kegiatan Pondok Ramadan. Menurut dia, siswa sangat antusias dan mampu mengikuti serangkaian acara dengan tertib dan santun.
Pria yang akrab disapa Aris itu berharap, JP-RaBa bisa terus memberikan inovasi baru kepada masyarakat sehingga bisa membantu mengembangkan budaya literasi siswa. ”Saya harap kegiatan ini bisa dikembangkan dengan baik karena bisa memberikan wawasan baru kepada anak didik. Siswa juga tidak harus belajar di sekolah mengenai bahaya media sosial. Jadi, selain bisa berkunjung ke kantor JP-RaBa, siswa juga bisa menerima materi jurnalistik,” ujarnya.
Guru Agama MIN 1 Banyuwangi Moh. Ali Wafa mengapresiasi JP RaBa yang telah mengadakan kegiatan yang sangat bermanfaat tersebut. Menurut dia, para siswa tidak akan mengetahui informasi tentang efek positif maupun negatif gadget jika tidak disampaikan oleh pihak sedikitnya mengerti tentang materi tersebut.
”Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada penyelenggara tim JP-RaBa. Semoga segala materi dan ilmu yang disampaikan oleh kru JP-RaBa bisa menjadi tameng bagi para siswa untuk menangkal segala informasi yang salah dan keliru hingga belajar menyikapi lebih bijak,” tandas Ali Wafa. (tar/sgt/c1) Editor : Gerda Sukarno Prayudha