Panitia penyelenggara Ilham Triadi mengungkapkan, acara tersebut diadakan di penghujung tahun 2022 sebagai ajang silaturahmi bagi para seniman perupa di Banyuwangi. ”Harapannya bisa menatap tahun baru 2023 dengan gairah kreativitas yang terus berkembang,” ujarnya.
Ilham mengatakan, persiapan pameran seni rupa yang dilakukan oleh DKB tergolong sangat singkat. Berangkat dari partisipasi masyarakat dan kerja sama dengan berbagai komunitas seni yang ada di Banyuwangi.
Partisipasi salah satunya datang dari pelukis internasional S. Yadi K. Demi sukesnya pameran, Yadi menyumbangkan sebuah lukisan gandrung kepada panitia.
Ilham mengatakan, pameran kali ini berfokus pada kaum milenial. Menurutnya, mereka perlu banyak mendapat tempat. Pelajar dan mahasiswa juga terlibat dalam kepanitiaan. ”Sehari sebelum pelaksanaan, undangan baru kami sebar,” ucapnya.
Guru SMPN 2 Rogojampi itu menambahkan, tema yang telah disepakati tersebut mewakili pemikiran dan pandangan Dewan Kesenian Blambangan (DKB). Pameran karya seni tidak hanya mencakup lukisan. ”Sementara pameran seni rupa bisa merambah pada karya seni lain. Ada patung, seni instalasi, keris, dan performance art,” kata Ilham.
Ilham menambahkan, ruh dari pameran seni rupa Cemeng Putih adalah merayakan kegembiraan dan berekspresi dengan riang gembira selama pameran berlangsung. ”Cemeng Putih boleh ditafsir secara liar. Mungkin kami tidak lagi terlalu mempersoalkan kualitas karya seni yang ditampilkan. Semuanya menjadi indah dalam kegembiraan,” pungkas Ilham.
Pada kesempatan lain, Komunitas Satu Sama juga menggelar pameran seni rupa. Pameran kali ini menjadi pemungkas dari petualangan komunitas Satu sama di penghujung tahun 2022. Event kesembilan itu berlangsung di Ilyasin Art Studio, Desa Tamansuruh, Kecamatan Glagah.
Kelompok pelukis yang diketuai oleh N. Kojin itu telah melaksanakan pameran di tahun 2022 sebanyak sembilan kali. Anggota Satu Sama terdiri sembilan orang. Mereka adalah Ben Hendro, Elyezer, Fafan Ariyadi, Ilyasin, Lilok Winardi, N. Kojin, Sarwo Prasojo, Susilowati, dan Troy Herman.
Ada lima orang yang menjadi kurator komunitas seni rupa Satu Sama. Yaitu Agus Dermawan T, Dwiki Nugroho Mukti, Sigit Purnomo Adi, Samsudin Adlawi, dan Syarifuddin.
Pameran yang mengusung tema ”Polo Pendhem” dilaksanakan sejak Selasa (26/12) hingga 1 Januari 2023. Tuan rumah pameran kali ini adalah Ilyasin. Sebagai sang tuan rumah dia bertugas menentukan tema. ”Tema Polo Pendhem memiliki makna menjunjung tinggi sesuatu yang berat, harus kuat, sekuat tenaga supaya terlaksana setinggi mungkin,” ujar Ilyasin.
Terdapat sepuluh lukisan yang dipamerkan dalam acara tersebut. Setiap anggota diberi kesempatan menghasilkan satu lukisan terbaik dengan tema yang telah ditentukan. Namun, hak istimewa dimiliki oleh Ilyasin sebagai tuan rumah, yaitu dapat menampilkan dua lukisan.
Beragam jenis aliran dalam seni lukis ditampilkan di pameran tersebut. Ada aliran abstrak, impresionis, modern, dan lainnya. ”Masing-masing anggota memiliki penafsiran yang berbeda-beda, tetapi intinya berpaku pada tema besar kami,” kata bapak tiga anak itu.
Ilyasin mengungkapkan, ukuran lukisan yang disajikan bermacam-macam dan relatif besar. Mulai dari 2 x 1,5 meter, 2 x 2 meter, 2 x 1 meter, dan ukuran yang lain. ”Rata-rata di atas 1,5 x 1,5 meter,” kata dia.
Ketua Satu Sama N. Kojin memastikan kegiatan ini akan berlanjut pada tahun berikutnya. Pameran ini diharapkan bisa memberikan dampak positif kepada masyarakat. ”Kami akan evaluasi setelah selesai pameran. Tujuannya untuk mengetahui apa yang telah kami berikan kepada masyarakat,” tegasnya.
Kojin berharap pameran lukisan ”Polo Pendhem” menjadi sarana edukasi dan media untuk mengenalkan seni rupa kepada masyarakat di Banyuwangi. ”Tentunya bisa memberi suasana baru terhadap seni rupa di Bumi Blambangan,” pungkasnya. (aif/c1)
Editor : Gerda Sukarno Prayudha