Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Kolaborasi dengan Desainer Profesional, Pelajar Ikut Unjuk Karya di BFF

AF Ichsan Rasyid • Jumat, 15 Juli 2022 | 15:03 WIB
Sekitar 10 desainer daerah yang berkolaborasi dengan siswa SMK di Banyuwangi dengan mengusung konsep Co-Exist. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
Sekitar 10 desainer daerah yang berkolaborasi dengan siswa SMK di Banyuwangi dengan mengusung konsep Co-Exist. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Gelaran Banyuwangi Fashion Festival (BFF) menjadi ajang naik kelas bagi para pelajar Kota Gandrung. Di ajang bergengsi yang dihelat di Terminal Pariwisata Terpadu, Kelurahan Sobo, Banyuwangi, Rabu malam (12/7), para pelajar menunjukkan karya hasil kolaborasi dengan sejumlah desainer profesional.

Setidaknya ada 10 desainer daerah yang berkolaborasi dengan siswa SMK di Banyuwangi dengan mengusung konsep Co-Exist. Konsep yang mengedepankan kolaborasi antarsesama dan alam itu diwujudkan dalam sejumlah tema busana. Mulai dari Tropical Reborn, Green Forest, Angel Runaway, hingga Altsea.

Salah satu desainer profesional yang berkolaborasi dengan pelajar yakni Almira. Pemilik butik busana muslim di Jalan Letkol Sugiono itu, menggarap rancangan busana dengan enam siswa SMK Sritanjung Banyuwangi. ”Seluruh desain dan cutting dikerjakan oleh mereka, kami hanya sebagai kurator dan pembimbing di setiap proses pengerjaan. Saya senang melihat hasil kerja mereka ini. Hanya dua minggu dan hasilnya sangat bagus,” tutur Almira yang menampilkan karya terinspirasi dari Haik, busana tradisional bangsa Algeria.

Hal yang sama juga dilakukan oleh Sanet Sabintang. Desainer kondang itu berkolaborasi dengan siswa SMKN Ihya’ Ulumuddin, Singojuruh. Mereka mengusung konsep Iyashi yang mengandung makna penyembuhan. ”Banyak ilmu yang saya dapat saat berkolaborasi ini. Mulai dari memilih bahan, mendesain, memotong, sampai bagaimana menjahit rapi. Kami merasa sangat tersanjung karena diberi kesempatan tampil di panggung yang megah ini,” ujar Nurul Islami, pelajar kelas XI yang berkesempatan kerja bareng dengan Sanet Sabintang.

Puluhan karya busana hasil kreasi pelajar dan desainer itu ditampilkan secara megah di panggung BFF. Dibawakan oleh para model profesional dan disaksikan oleh ribuan pengunjung secara offline dan online. Aplaus meriah langsung membahana kala para desainer tampil di atas panggung.

”Saya tidak menyangka kreativitas saya dan kawan-kawan berbuah baik dan ditampilkan di BFF. Semoga ke depannya makin banyak panggung semacam ini untuk kami anak-anak pelajar,” ungkap Rindu, salah satu pelajar SMK Sritanjung yang turut ambil bagian.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani yang hadir secara virtual mengapresiasi penyelenggaraan BFF kali ini. Dia berharap kegiatan tersebut bisa mendorong kreativitas milenial di Bumi Blambangan agar semakin produktif. ”Semoga dengan melibatkan pelajar dan para pelaku industri fashion Banyuwangi, ajang BFF ini bisa semakin menumbuhkan industri kreatif di Banyuwangi tercinta ini,” ungkapnya.

Ipuk memastikan bahwa kreativitas anak muda di Banyuwangi akan selalu mendapat ruang. ”Ajang ini akan rutin dilakukan setiap tahunnya. Ini untuk memastikan tersedianya ruang kreasi bagi kreativitas anak muda Banyuwangi,” tegasnya.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi Makro DR Rulli Nuryanto, Wakil Bupati Banyuwangi Sugirah, Ketua Dekopin Pusat, dan Sekban Bakorwil Jember Juhaer. BFF ini digelar bersamaan dengan peringatan Hari Koperasi ke-75. (ddy/afi/c1) Editor : AF Ichsan Rasyid
#BFF #Fashion Festival #Banyuwangi Festival #b-fest