Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Usung Tema Co-Exist

Syaifuddin Mahmud • Rabu, 13 Juli 2022 - 15:16 WIB
SIMBOL RASA SYUKUR: Wakil Bupati Sugirah menyerahkan potongan tumpeng kepada Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi Makro Dr Rulli Nuryanto dalam pembukaan BFF, tadi malam (12/7).  (Ramada Kusuma/RadarBanyuwangi.id)
SIMBOL RASA SYUKUR: Wakil Bupati Sugirah menyerahkan potongan tumpeng kepada Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi Makro Dr Rulli Nuryanto dalam pembukaan BFF, tadi malam (12/7). (Ramada Kusuma/RadarBanyuwangi.id)
BANYUWANGI, Jawa Pos Radar BanyuwangiEvent Banyuwangi Fashion Festival (BFF) berlangsung meriah tadi malam (12/7). Sejumlah model ternama yang merupakan putra daerah Banyuwangi ikut memeriahkan gelaran BFF tahun ini.

Sebut saja Firsta Yufi Amarta Putri. Dara yang tinggal di Jalan Ikan Cumi-Cumi, Kelurahan Sobo, ini meraih gelar Raki Jawa Timur 2021. Mahasiswi Jurusan Psikologi, Universitas Brawijaya, Malang ini dinobatkan sebagai Raki Jawa Timur 2021 di Shangri-La Hotel Surabaya, Selasa, 26 Oktober 2021

Photo
Photo
Ada juga Celia Ivanca Alexandra. Mahasiswi Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi ini dinobatkan menjadi Putri Pariwisata Nusantara 2022 dalam gelaran Putra-Putri Pariwisata Nusantara yang berlangsung pada 11 Juni 2022 di Jakarta. Selain itu, ada Mitzy Namerta Dewi, peraih runner-up Duta Pariwisata Jawa Timur 2021 dan Miss Teenager Sporty Indonesia 2021.”BFF kali ini kita tampilkan putra-putri terbaik Banyuwangi yang telah berprestasi di kancah nasional dan dunia,” ujar Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan Banyuwangi Nanin Oktaviantie.

BFF menjadi salah satu event festival yang paling ditunggu, terutama bagi para perancang busana dan model. Lewat event ini, mereka bisa unjuk kemampuan yang tak kalah dengan desainer dan model nasional.

Penyelenggaraan BFF kali ini bertepatan dengan peringatan Hari Koperasi ke-75. Lokasinya di Terminal Pariwisata Terpadu (TPT), Kelurahan Sobo. ”Event BFF bertujuan untuk mempromosikan penggunaan produk dalam negeri, memberikan wadah bagi para desainer Banyuwangi yang tergabung dalam Komunitas Desainer Banyuwangi (KDB). Selain itu untuk meningkatkan kapasitas di dunia desain dan mencari talenta desainer baru di Banyuwangi,” jelas Nanin.

Photo
Photo
BFF 2022 mengambil tema ”Co-Exist”. Tema ini diambil berdasarkan situasi akibat pandemi Covid-19 yang banyak membawa pengaruh dalam kehidupan sehari-hari. Perubahan pola pikir dan pola hidup akibat pandemi memaksa supaya manusia tetap optimistis dan kreatif agar bisa bertahan hidup.

Kunci utama tren co-exist adalah kesadaran baru manusia yang tidak mungkin hidup sendiri. Hidup berdampingan adalah keharusan. Dari konsep hidup berdampingan tersebut, lahirlah empat profil kelompok konsumen masyarakat. The Survivors (penyintas/orang yang mampu bertahan hidup), the soul searchers (pencari jiwa), the saviors (penyelamat), dan the self improvers (orang yang terus berusaha mengembangkan diri).

Rancangan yang dikeluarkan oleh para desainer nantinya sesuai dengan karakter empat profil kelompok tersebut. Sejumlah desainer turun langsung menampilkan karya-karyanya. Di antaranya Sanet Sabintang, Rizky, Bio, Isyam Syamsi, Almira, Ocha, Okta, dan Amuzacki Fahim. Mereka menampilkan puluhan busana karya desainer Banyuwangi yang ditampilkan dengan apik.

Mulai busana kasual dan sporty, gaun, baju kantor, hingga busana muslim. Tak hanya fashion, event ini juga dirangkai dengan Workshop Trend Forecasting yang digelar di Hotel El-Royale pada 19 Juni 2022. Trend Forecasting adalah suatu metode yang digunakan untuk mendeteksi perubahan gaya hidup masyarakat guna memprediksi tren yang akan datang. ”Tren inilah yang akan menentukan koleksi desain yang akan diluncurkan oleh desainer ke pasaran,” kata Nanin.

Peserta workshop ini adalah anak-anak muda yang bersekolah di SMK Jurusan Tata Busana, baik yang bersekolah di SMK negeri, swasta maupun pondok pesantren. Di antaranya SMK Sri Tanjung, SMK Bustanul Falah, SMK Tegalsari, SMK Darussalam Blokagung, SMK Darul Ulum Muncar, SMK Al Azar, SMK Ihya Ulumuddin, dan SMK Wongsorejo. ”Masing-masing sekolah tersebut mengirimkan 6 hingga 8 siswanya untuk dididik menjadi desainer,” imbuh Nanin.

Photo
Photo
Event
BFF tadi malam dihadiri sejumlah kalangan. Forkopimda Banyuwangi, SKPD, instansi vertikal, perbankan, Gerakan Koperasi se-Banyuwangi, pelaku UMKM, dan eksportir.

Hadir pula Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi Makro Dr Rulli Nuryanto, Sekban Bakorwil Jember Juhaeri, Dinas Koperasi UKM Jawa Timur Cepi Sukur Laksana, Dekopinwil Jawa Timur Slamet Sutanto, dan Dekopinda Banyuwangi. (ddy/aif/c1) Editor : Syaifuddin Mahmud
#BFF #Banyuwangi Fashion Festival #Banyuwangi Festival #b-fest