BANYUWANGI – Pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Banyuwangi menggelar silaturahmi dan buka bersama di hall Hotel Aston Banyuwangi, Jumat (22/4). Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani hadir bersama Dandim 0825 Banyuwangi Letkol (Kav) Julianto Ramadan, dan Danlanal Banyuwangi Letkol Laut (P) Ansori.
Sejumlah organisasi profesi turut hadir. Di antaranya Hipmi, pelaku usaha dan mitra BUMN, serta perbankan. Kegiatan tersebut dikemas dalam buka bersama yang mengusung tema "Kadin Banyuwangi Merajut Harmoni" tersebut.
Ketua Kadin Banyuwangi David Wijaya Tjoek mengaku bersyukur bisa berkumpul dan duduk bersama di bulan Ramadan. "Kami mengucapkan terima kasih kepada bupati dan seluruh pihak yang bisa meluangkan waktu untuk bersilaturahmi dan buka bersama," ujar David.
Kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha sangatlah penting karena kepentingan keduanya sama. Pemerintah atas nama negara ingin rakyatnya memiliki penghasilan dan daya beli yang cukup. Begitu pula dunia usaha. Jika kondisi seperti itu tercipta, maka ekonomi bergerak, bisnis tumbuh, dan sektor riil juga terjaga.
"Kolaborasi di antara kitalah yang bisa menciptakan keadaan seperti itu. Kami berharap apa yang sudah kita laksanakan selama ini bisa terus berjalan. Dalam momen Ramadan kali ini, Kadin mengajak kepada seluruh pengusaha serta BUMN dan Perbankan melangkah bersama-sama dengan Pemkab Banyuwangi untuk menjaga perekonomian, khususnya di Kabupaten Banyuwangi," kata David.
Kadin salut dan memberi apresiasi sekaligus bangga kepada Bupati Ipuk Fiestiandani yang begitu concern hingga terus membimbing Kadin Banyuwangi. ”Satu kata hari ini, kita harus bersinergi dan berkolaborasi secara inklusif. Saling terbuka di antara semua pihak, baik itu pemerintahan maupun dunia usaha,” ujar David.
Bupati Ipuk menyatakan rasa senangnya bisa bersilaturahmi bersama Kadin Banyuwangi. Selama ini antara Pemkab dan Kadin sudah banyak bekerjasama. ”Dukungan Kadin Banyuwangi kepada Pemkab Banyuwangi patut diapresiasi,’’ kata dia.
Saat ini Pemkab sedang berupaya melakukan pemulihan ekonomi melalui penguatan ekonomi khususnya ekonomi menengah ke bawah. Ipuk bertekad untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi Banyuwangi yang sempat terkontraksi cukup dalam. Strategi dan inovasi Pemkab dalam menangani pandemi sekaligus memulihkan ekonomi di Banyuwangi dikenal sebagai tiga pilar yang melandasi lahirnya Banyuwangi Rebound, dimulai penanganan pandemi, pemulihan ekonomi dan merajut harmoni.
Tiga pilar ini diharapkan mampu menjawab tantangan untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi di Banyuwangi. ‘’Saya dilantik pertengahan pandemi Covid-19. Kami terus bergerak cepat melakukan inovasi dalam rangka untuk pemulihan dan pertumbuhan ekonomi,’’ katanya.
Langkah pertama melakukan kolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat dalam menangani pandemi, salah satunya dengan Kadin. ”Hari ini saya senang bisa bertemu pengurus Kadin Banyuwangi. Di hari-hari biasa kita semua tenggelam dalam kesibukan masing-masing. Semoga ke depan kita terus bersinergi untuk membangun Banyuwangi yang lebih baik," imbuh Ipuk.
Kegiatan buka bersama ditutup dengan tausiyah singkat yang disampaikan KH. Mukhdor Atim. Mukhdor menyebut indahnya silaturahmi akan dibawa hingga akhir hayat. ”Dengan silaturahmi, yang jauh akan menjadi dekat, yang terputus akan tersambung. Bahkan permusuhan akan berubah menjadi persaudaraan,’’ tegasnya.
Editor : Ali Sodiqin