RADARBANYUWANGI.ID – Persaingan di industri rokok tanah air kembali memanas.
Dua merek rokok lokal asal Malang, yakni Gajah Baru dan Galang Baru, kini mencuri perhatian para penikmat rokok di Indonesia.
Pasalnya, keduanya disebut-sebut punya rasa dan aroma yang mirip dengan Surya, salah satu produk andalan PT Gudang Garam Tbk.
Meski bukan pemain besar di tingkat nasional, Gajah Baru dan Galang Baru sukses memikat hati para perokok, terutama yang selama ini fanatik dengan rasa khas Surya.
Tak sedikit konsumen yang mulai beralih lantaran dinilai lebih terjangkau, namun tetap memberi sensasi “nendang”.
Diketahui, Gajah Baru dan Galang Baru diproduksi oleh perusahaan yang sama, yaitu PT Gudang Baru Berkah, yang kini telah berganti nama menjadi PT Gajah Baru.
Perusahaan ini bermarkas di Kepanjen, Kabupaten Malang, dan dulunya dikenal dengan nama Gudang Baru sebelum akhirnya rebranding pasca sengketa merek.
“Secara rasa dan aromanya memang mendekati Surya. Harganya juga beda jauh, jadi banyak yang pindah,” ujar Alfin, salah satu penjual rokok di Kalipuro, Banyuwangi.
Ia mengaku, dalam beberapa bulan terakhir, permintaan terhadap Gajah Baru dan Galang Baru meningkat cukup signifikan.
"Rasanya memang mirip. Hampir tidak bisa dibedakan. Terutama yang Gajah Baru. Makanya saya beralih," kata Toha, perokok aktif asal Lateng, Banyuwangi.
Gajah Baru lebih dulu dikenal, sementara Galang Baru muncul sebagai "adik kandung" yang membawa karakter rasa yang juga serupa.
Keduanya menyasar pasar rokok kelas menengah ke bawah, dengan kemasan yang terbilang simpel namun tetap menarik, tapi tetap dibuat mirip dengan kemasan Gudang Garam Surya.
Di sisi lain, Surya yang diproduksi oleh PT Gudang Garam Tbk, perusahaan rokok raksasa asal Kediri, kini mulai merasakan tekanan.
Meskipun belum ada pernyataan resmi soal penurunan penjualan, fenomena peralihan konsumen ini tak bisa dipandang remeh.
Sejumlah analis industri menilai bahwa kemiripan rasa antara Gajah Baru/Galang Baru dengan Surya bisa jadi salah satu alasan kuat mengapa pangsa pasar Gudang Garam mulai terganggu.
Apalagi, loyalitas perokok sangat dipengaruhi oleh “sensasi” yang mereka dapatkan dari satu batang rokok.
“Ini fenomena menarik. Produk kecil dengan positioning rasa yang familiar bisa jadi ancaman serius bagi brand besar,” ujar Agus, seorang pengamat bisnis rokok di Cluring Banyuwangi.
Kini, Gajah Baru dan Galang Baru tengah menikmati masa keemasan mereka.
Dengan modal rasa yang familiar dan harga lebih bersahabat, tak heran jika banyak perokok Surya mulai berpaling.
Pertanyaannya, apakah Gudang Garam akan tinggal diam?
Yang jelas, aroma persaingan antar rokok lokal makin terasa. Gajah dari Malang, tampaknya siap menggetarkan tahta Gudang dari Kediri. (*)
Editor : Ali Sodiqin