RADAR BANYUWANGI – Angkutan barang menggunakan kereta api di wilayah Daerah Operasi (Daop) 4 Semarang menunjukkan tren pertumbuhan.
Sepanjang Januari–September 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat volume angkutan barang mencapai 269.723 ton.
Jumlah tersebut meningkat 21,65 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 221.714 ton.
Artinya, ada tambahan 48.009 ton barang yang diangkut melalui layanan KAI Daop 4 Semarang.
Pertumbuhan itu memperlihatkan semakin besarnya aktivitas pengiriman barang menggunakan jaringan kereta api.
KAI melayani distribusi sejumlah komoditas, mulai semen, peti kemas, bahan bakar minyak (BBM), hingga barang ritel.
Untuk menopang kebutuhan distribusi tersebut, KAI Daop 4 Semarang mengoperasikan rata-rata 28 perjalanan kereta api angkutan barang setiap hari.
Layanan itu menghubungkan sejumlah pusat produksi, kawasan industri, dan simpul distribusi di Pulau Jawa.
Manajer Humas KAI Daop 4 Semarang Luqman Arif mengatakan, peningkatan volume angkutan barang menjadi perkembangan positif bagi bisnis logistik perusahaan.
“Pertumbuhan volume angkutan barang hingga September 2026 menunjukkan perkembangan positif pada layanan logistik KAI Daop 4 Semarang. Kami terus berupaya mengoptimalkan operasional dan memperkuat kolaborasi dengan para mitra agar layanan angkutan barang dapat mendukung kebutuhan distribusi secara andal dan terencana,” ujar Luqman, Sabtu (10/10).
Jalur Jakarta–Jawa Tengah Jadi Salah Satu Andalan
Salah satu layanan yang memperkuat konektivitas logistik di wilayah Daop 4 Semarang adalah KA Brumbung Cargo.
Kereta barang peti kemas dengan relasi Stasiun Pasoso, Jakarta, dan Stasiun Brumbung, Kabupaten Demak, itu mulai beroperasi pada 16 April 2026.
Saat diluncurkan, KA Brumbung Cargo menggunakan rangkaian 20 gerbong datar dengan kapasitas 40 TEU atau sekitar 800 ton dalam sekali perjalanan.
Layanan tersebut pada tahap awal dijadwalkan beroperasi sekali setiap dua hari.
Kehadirannya membuka alternatif pengiriman barang bagi pelaku usaha yang membutuhkan angkutan berkapasitas besar dan memiliki jadwal terencana.
Executive Vice President of Sales KAI Ririn Widi Astutik, saat peluncuran layanan tersebut, menegaskan bahwa kereta barang diharapkan membantu meningkatkan efisiensi distribusi nasional.
“Partisipasi KAI dalam menyediakan angkutan barang ini diharapkan membantu pemerintah dalam menekan biaya logistik,” kata Ririn, sebagaimana diberitakan ANTARA pada 16 April 2026.
Selain Brumbung Cargo, layanan angkutan peti kemas didukung KA Priukmas Cargo, Kalmas Cargo, Benteng Cargo, dan Aksa Cargo.
Untuk komoditas semen, KAI mengoperasikan layanan Bungtalun Service, Bramnambo Service, dan Arja Poncol.
Sementara itu, pengangkutan BBM dilayani KA Gamao Tanker.
KAI juga menyediakan pengangkutan barang ritel melalui KA Parcel Utara serta fasilitas angkutan barang pada sejumlah perjalanan kereta penumpang.
Pertumbuhan Sejalan dengan Kinerja Nasional
Peningkatan angkutan barang di Semarang berlangsung seiring pertumbuhan layanan peti kemas KAI secara nasional.
Berdasarkan data KAI yang dipublikasikan pada 9 Oktober 2026, volume angkutan peti kemas nasional mencapai 4.438.999 ton sepanjang Januari–September 2026.
Angka itu meningkat 19,57 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 3.712.477 ton.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menilai peningkatan tersebut menunjukkan peluang pemanfaatan kereta api untuk distribusi barang masih terbuka.
“Pertumbuhan hampir 20 persen menunjukkan ruang pemanfaatan rel untuk petikemas semakin besar,” ujar Anne dalam keterangan yang dipublikasikan ANTARA.
Data nasional tersebut khusus menggambarkan angkutan peti kemas dan memiliki cakupan berbeda dari total angkutan barang Daop 4 Semarang.
Di Jawa Tengah, penguatan angkutan berbasis rel juga berkaitan dengan kebutuhan konektivitas kawasan industri dan pelabuhan.
Bea Cukai Tanjung Emas sebelumnya mendorong pengembangan pengiriman ekspor multimoda yang memanfaatkan kereta api dari Stasiun Semarang Tawang menuju pelabuhan utama.
Skema tersebut memungkinkan pelaku usaha menggabungkan perjalanan kereta api dengan moda transportasi lain untuk mendukung kelancaran distribusi.
KAI Perkuat Layanan Logistik
Luqman menyampaikan bahwa KAI Daop 4 Semarang terus mengevaluasi operasional dan memperkuat koordinasi dengan pelanggan serta mitra usaha.
Optimalisasi layanan diarahkan untuk menjaga keandalan pengiriman sekaligus membuka peluang kerja sama baru, terutama pada koridor distribusi yang membutuhkan kapasitas angkut besar.
Dengan jaringan perjalanan antardaerah, kereta api menjadi salah satu pilihan pengiriman barang bagi pelaku industri dan perdagangan.
KAI berharap pertumbuhan angkutan barang dapat terus berlanjut seiring penguatan layanan logistik yang terjadwal, terintegrasi, dan sesuai kebutuhan pelanggan.
Editor : Lugas Rumpakaadi