Pasar Banyuwangi Dibuka Bertahap, Pedagang Bisa Berjualan Tanpa Retribusi

Fredy Rizki Manunggal • Dipublikasikan Sabtu, 3 Oktober 2026 | 03:00 WIB
Bupati Ipuk Fiestiandani saat soft launching Pasar Induk Banyuwangi, Kamis (1/10). Kenyamanan pasar diharapkan bisa mendongkrak omzet pedagang. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
Bupati Ipuk Fiestiandani saat soft launching Pasar Induk Banyuwangi, Kamis (1/10). Kenyamanan pasar diharapkan bisa mendongkrak omzet pedagang. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI – Wajah baru Pasar Banyuwangi mulai berdenyut, tetapi Pemkab Banyuwangi tak ingin geliat perdagangan yang kembali tumbuh justru diwarnai kesemrawutan. Sebanyak 30 personel gabungan diterjunkan setiap hari sejak Jumat (2/10) untuk mengawal kebersihan, keamanan, dan ketertiban pasar ikonik tersebut. Di tengah masa transisi operasional, seluruh pungutan retribusi parkir maupun los juga masih digratiskan hingga penyerahan resmi aset dari pemerintah daerah.

Langkah cepat itu menjadi bagian dari upaya Pemkab Banyuwangi memastikan aktivitas perdagangan di pasar yang baru direvitalisasi berjalan nyaman sejak awal pembukaan. Puluhan petugas disebar dalam beberapa shift, mulai pagi hingga malam, untuk mengantisipasi persoalan kebersihan, keamanan, hingga potensi kesemrawutan di kawasan pasar.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Banyuwangi Suratno menjelaskan, 30 personel tersebut berasal dari dua unsur utama, yakni tenaga kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan petugas pengamanan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

Rinciannya, 15 petugas kebersihan bertanggung jawab menjaga lingkungan pasar tetap bersih, sedangkan 15 personel Satpol PP disiagakan di pos pengamanan untuk memastikan ketertiban aktivitas perdagangan.

"Total ada 30 orang yang kita siagakan lintas instansi. Pengamanan juga dikoordinasikan bersama Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (Diskop UMP), termasuk sektor perparkiran atas oleh juru parkir," ujar Suratno kemarin.

Pola pengamanan bergilir tersebut dirancang agar pelayanan pasar tetap terjaga sepanjang jam operasional. Kehadiran petugas juga diharapkan memberikan rasa aman bagi pedagang maupun masyarakat yang mulai kembali berbelanja di pusat perdagangan tersebut.

Pasar Banyuwangi Masih Masa Transisi, Retribusi Belum Boleh Dipungut

Di balik kesibukan menata aktivitas perdagangan, Pemkab Banyuwangi masih menerapkan masa transisi operasional Pasar Banyuwangi. Pembukaan secara bertahap yang dimulai Kamis (1/10) menjadi tahap awal sebelum seluruh pengelolaan pasar berjalan secara resmi.

Suratno menegaskan, selama masa transisi tersebut, pedagang maupun pengunjung belum dikenai pungutan retribusi parkir dan los. Kebijakan ini berlaku hingga proses penyerahan resmi aset melalui Surat Keputusan (SK) dari pemerintah daerah rampung.

"Semua masih digratiskan sebelum ada penyerahan resmi aset berupa Surat Keputusan (SK) dari Pemda," tandas mantan Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi tersebut.

Penegasan itu sekaligus menjadi acuan bagi seluruh pihak yang terlibat dalam operasional pasar agar tidak menarik pungutan sebelum dasar administrasi pengelolaan aset dinyatakan resmi.

Dengan demikian, masa awal operasional Pasar Banyuwangi tidak hanya berfokus pada kesiapan fisik bangunan, tetapi juga penataan tata kelola, pembagian tanggung jawab antarlembaga, dan kepastian pelayanan bagi pedagang.

Pedagang Mulai Berjualan, Sirkulasi Udara Pasar Baru Jadi Sorotan

Pantauan di lapangan menunjukkan aktivitas perdagangan mulai menggeliat. Sejumlah pedagang bumbu dapur dan daging terlihat menata lapak sekaligus melayani pembeli. Meski belum seluruh aktivitas pasar berjalan normal, suasana perdagangan mulai menghidupkan kembali kawasan yang menjadi salah satu pusat ekonomi masyarakat Banyuwangi tersebut.

Pembukaan terbatas atau soft opening Pasar Banyuwangi sebelumnya dipimpin langsung Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Hadir dalam kesempatan itu Dandim 0825 Letkol (Arm) Triyadi dan Palaksa Lanal Banyuwangi Mayor Mar Nyoman Suarmika.

Selain meninjau kesiapan bangunan, Bupati Ipuk juga menyempatkan diri berbelanja langsung di lapak pedagang. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari peninjauan awal terhadap kenyamanan fasilitas sekaligus aktivitas ekonomi yang mulai berjalan.

Salah satu aspek yang mendapat perhatian Ipuk adalah sirkulasi udara bangunan pasar yang dinilai sangat baik. Kondisi tersebut menjadi nilai tambah, terutama bagi pedagang komoditas basah seperti ikan dan daging yang selama ini identik dengan persoalan bau menyengat apabila ventilasi dan kebersihan lingkungan kurang terjaga.

Menurut Ipuk, kualitas sirkulasi udara di bangunan baru Pasar Banyuwangi mampu mendukung aktivitas perdagangan komoditas basah agar tetap nyaman bagi pedagang maupun pengunjung.

“Pasar ini bukan hanya bagus dari segi fisik, tapi mudah-mudahan nanti bisa meningkatkan kesejahteraan pedagang. Itu poin pentingnya,” tutur Ipuk.

Bukan Sekadar Bangunan Baru, Pasar Banyuwangi Diharapkan Dongkrak Ekonomi Pedagang

Revitalisasi Pasar Banyuwangi membawa harapan lebih besar daripada sekadar menghadirkan bangunan yang lebih representatif. Pasar tradisional tersebut diharapkan menjadi ruang perdagangan yang mampu meningkatkan kenyamanan transaksi sekaligus mendukung kesejahteraan pedagang.

Kesiapan fasilitas, kebersihan, keamanan, dan tata kelola menjadi sejumlah faktor yang akan menentukan keberhasilan operasional pasar ke depan.

Karena itu, penerjunan 30 personel gabungan dan pemberlakuan masa transisi tanpa pungutan menjadi langkah awal Pemkab Banyuwangi dalam mengawal wajah baru pusat perdagangan tersebut.

Kini, tantangan berikutnya adalah memastikan kenyamanan bangunan baru berjalan beriringan dengan kelancaran aktivitas jual beli. Sebab, keberhasilan revitalisasi Pasar Banyuwangi pada akhirnya tidak hanya diukur dari megahnya fisik bangunan, tetapi juga dari seberapa besar manfaatnya bagi pedagang dan masyarakat. (fre/aif)

Editor : Ali Sodiqin
retribusi pasar gratis Pasar Banyuwangi baru revitalisasi pasar pemkab banyuwangi pasar banyuwangi