Penumpang LRT Kelapa Gading-Manggarai Tembus 100 Ribu dalam Sembilan Hari

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Minggu, 27 September 2026 | 18:15 WIB
Penumpang menggunakan layanan LRT Jakarta rute Kelapa Gading–Manggarai. Sejak beroperasi hingga 24 September 2026, layanan tersebut telah mengangkut lebih dari 100 ribu penumpang, dengan tarif reguler Rp5.000 per perjalanan. (Fadhila Nurhakim/Unsplash)
Penumpang menggunakan layanan LRT Jakarta rute Kelapa Gading–Manggarai. Sejak beroperasi hingga 24 September 2026, layanan tersebut telah mengangkut lebih dari 100 ribu penumpang, dengan tarif reguler Rp5.000 per perjalanan. (Fadhila Nurhakim/Unsplash)

RADAR BANYUWANGI - Jumlah pengguna LRT Jakarta meningkat tajam setelah layanan rute Kelapa Gading–Manggarai mulai beroperasi.

Dalam sembilan hari sejak diresmikan pada 16 September hingga 24 September 2026, layanan tersebut telah mengangkut 100.343 penumpang.

Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta mencatat, selama delapan hari masa sosialisasi pada 16-23 September 2026, jumlah pengguna mencapai 92.043 penumpang atau rata-rata 11.505 orang per hari.

Jumlah tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan dengan tingkat penggunaan LRT Jakarta sebelum layanan diperpanjang hingga Manggarai.

PT LRT Jakarta sebelumnya mencatat rata-rata jumlah penumpang sekitar 11.300 orang per hari pada periode yang sama.

Angka tersebut meningkat 166 persen dibandingkan dengan rata-rata 4.245 penumpang per hari hingga akhir Agustus 2026.

“Sejak diresmikan Rabu (16/9) hingga Rabu (23/9), LRT Jakarta telah melayani hingga 91 ribu penumpang dengan rerata penumpang harian sebesar 11.300 orang,” kata Direktur Utama PT LRT Jakarta Aditia Kesuma Negara.

Terdapat sedikit perbedaan antara data PT LRT Jakarta dan Dishub DKI Jakarta untuk periode 16–23 September.

PT LRT Jakarta menyebut jumlah penumpang sekitar 91 ribu orang dengan rata-rata 11.300 orang per hari.

Sementara itu, Dishub DKI mencatat angka lebih rinci, yakni 92.043 penumpang atau rata-rata 11.505 orang per hari.

Data Dishub selanjutnya menunjukkan jumlah kumulatif pengguna mencapai 100.343 penumpang hingga 24 September 2026.

Kepala Dishub DKI Jakarta Budi Awaluddin mengatakan masa awal pengoperasian juga dimanfaatkan masyarakat untuk mencoba rute baru dengan tarif khusus Rp8.

Selain mencatat tingginya jumlah penumpang, Dishub DKI menyebut seluruh perjalanan yang dijadwalkan selama periode tersebut dapat terlaksana.

“Realisasi perjalanan mencapai 100 persen dengan On Time Performance (OTP) sebesar 99,98 persen,” kata Budi.

Capaian itu menunjukkan hampir seluruh perjalanan LRT berlangsung sesuai dengan jadwal selama masa awal pengoperasian rute hingga Manggarai.

Tarif LRT Kelapa Gading–Manggarai Rp5.000

Setelah masa sosialisasi berakhir, tarif LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai ditetapkan sebesar Rp5.000 untuk sekali perjalanan mulai 24 September 2026.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan tarif khusus Rp8 selama delapan hari pertama pengoperasian.

Tarif tersebut merupakan bagian dari masa sosialisasi untuk memperkenalkan layanan baru kepada masyarakat.

Dengan tarif reguler Rp5.000, rute baru ini diharapkan dapat menjadi salah satu pilihan perjalanan sehari-hari bagi masyarakat yang beraktivitas di kawasan Jakarta Utara, Jakarta Timur, dan Jakarta Selatan.

LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai saat ini melayani penumpang mulai pukul 05.30 hingga 20.00 WIB dengan waktu antara kedatangan kereta sekitar 15 menit.

Setelah pukul 20.00 WIB, layanan tetap beroperasi hingga pukul 23.00 WIB, tetapi hanya melayani perjalanan pada lintas Kelapa Gading–Velodrome.

Kelapa Gading–Manggarai Ditempuh Sekitar 28 Menit

Presiden Prabowo Subianto meresmikan layanan LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai pada 16 September 2026.

Beroperasinya layanan hingga Manggarai membuat panjang keseluruhan lintasan LRT Jakarta mencapai sekitar 12,2 kilometer dengan 11 stasiun.

Perjalanan dari Kelapa Gading menuju Manggarai dapat ditempuh dalam waktu sekitar 28 menit.

PT LRT Jakarta memproyeksikan kapasitas pengguna layanan secara bertahap dapat mencapai 80.000 orang.

Perpanjangan jalur hingga Manggarai juga membuat jangkauan LRT Jakarta semakin luas.

Layanan tersebut kini menghubungkan kawasan di Jakarta Utara, Jakarta Timur, dan Jakarta Selatan.

Manggarai menjadi titik penting karena penumpang dapat melanjutkan perjalanan menggunakan moda transportasi publik lainnya.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan Manggarai memiliki peran strategis dalam pengembangan jaringan transportasi umum di Jakarta.

“Manggarai menjadi simpul penting integrasi antarmoda yang terhubung dengan KRL, Kereta Bandara, dan Transjakarta,” kata Pramono.

Keberadaan simpul tersebut memungkinkan penumpang berpindah moda untuk melanjutkan perjalanan ke berbagai kawasan Jakarta dan wilayah penyangga.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mencatat pembangunan koridor Kelapa Gading–Manggarai membutuhkan investasi sekitar Rp12,1 triliun yang didukung Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta.

Pengembangan jaringan LRT Jakarta juga belum berhenti di Manggarai.

Pemprov DKI merencanakan perpanjangan jalur sekitar dua kilometer menuju Dukuh Atas dengan estimasi investasi Rp2,7 triliun.

Dukuh Atas merupakan salah satu kawasan dengan tingkat integrasi transportasi publik yang tinggi karena terhubung dengan MRT Jakarta, KRL Commuter Line, Transjakarta, LRT Jabodebek, dan Kereta Bandara.

LRT Jakarta Evaluasi Pola Perjalanan Penumpang

PT LRT Jakarta menyatakan masa awal pengoperasian hingga Manggarai menjadi periode penting untuk memantau pola perjalanan penumpang sekaligus mengevaluasi kebutuhan operasional.

Aditia mengatakan peresmian rute baru bukan menjadi akhir dari proses pengembangan layanan.

“Peresmian ini merupakan awal dari tanggung jawab yang semakin besar,” ujar Aditia.

Menurut dia, LRT Jakarta terus memperhatikan kebutuhan di lapangan, termasuk perubahan jumlah pengguna pada waktu-waktu tertentu.

Jumlah rangkaian kereta ringan atau Light Rail Vehicle (LRV) yang dioperasikan dapat disesuaikan dengan pola perjalanan dan jumlah penumpang untuk mengoptimalkan kapasitas angkut.

“Kami terus melihat kebutuhan di lapangan, termasuk pola perjalanan dan jumlah pengguna pada waktu tertentu. Penyesuaian jumlah LRV dilakukan sebagai bagian dari upaya kami untuk mengoptimalkan keterangkutan, dengan tetap memastikan kesiapan armada untuk mendukung operasional layanan,” kata Aditia.

Masukan dari masyarakat selama masa awal pengoperasian juga menjadi bagian dari evaluasi.

LRT Jakarta akan melakukan penyesuaian secara bertahap berdasarkan kondisi operasional dan kebutuhan pengguna.

“Kami akan terus mendengarkan dan memantau kondisi di lapangan agar dapat melakukan perbaikan yang diperlukan dan memberikan layanan yang terbaik bagi seluruh masyarakat,” ujarnya.

Lonjakan jumlah pengguna pada pekan pertama menunjukkan adanya peningkatan minat masyarakat setelah jalur LRT Jakarta diperpanjang hingga Manggarai.

Namun, jumlah penumpang setelah berakhirnya tarif promosi Rp8 akan menjadi salah satu indikator penting untuk melihat pola penggunaan rute tersebut dalam kondisi tarif reguler Rp5.000.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Sumber : Antara
tarif LRT Jakarta LRT Kelapa Gading Manggarai penumpang LRT Jakarta transportasi jakarta lrt jakarta